RELUNG.ID– Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengkritik penggunaan bendera bergambar wajah Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kritik tersebut disampaikan Connie melalui unggahan video pada Senin (17/8/2026). Ia mempertanyakan penggunaan bendera bergambar Prabowo yang dikibarkan oleh prajurit TNI saat aksi penerjun Kopassus dalam perayaan HUT RI.
Dalam aksinya, 17 penerjun Kopassus terjun dari pesawat CN295 dari ketinggian sekitar 10.000 kaki. Para penerjun kemudian membentuk sejumlah formasi di udara sembari mengibarkan berbagai bendera, termasuk bendera bergambar wajah Prabowo.
Connie mempertanyakan apakah penggunaan bendera bergambar Presiden tersebut memang diperlukan dalam momentum perayaan kemerdekaan.
“Pertanyaan saya cuma satu, bukan gak boleh, tapi senarsis itukah? Perlukah Pak Prabowo sampai benderanya diangkat sedemikian rupa?” ujar Connie.
Menurut Connie, prajurit TNI seharusnya memiliki kepekaan terhadap kondisi dan perasaan masyarakat dalam setiap kegiatan yang membawa simbol kenegaraan.
Ia menilai peringatan HUT Kemerdekaan RI semestinya tidak hanya menonjolkan sosok Presiden Prabowo, melainkan lebih mengedepankan semangat kebangsaan.
“Saya ingin tentara-tentara itu lebih sensitif, lebih memahami juga perasaan rakyat seperti apa,” katanya.
Connie kemudian kembali menyoroti pengibaran bendera bergambar wajah Prabowo tersebut. Menurutnya, penggunaan simbol tersebut dalam aksi penerjun Kopassus terkesan berlebihan.
“Kalau ini Pak Prabowo melihat, Pak, you are too much. Jadi kayaknya narsis banget,” ucap Connie.
Meski demikian, Connie menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya merupakan kesan pribadi terhadap apa yang dilihatnya dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 RI.
Ia bahkan berharap penilaiannya tersebut keliru.
“At least this is my impressions. I hope I’m wrong,” pungkas Connie.[YKP]

