RELUNG.ID – Pemkab Musi Banyuasin (Muba) berhasil mengalihkan listrik yang selama ini dikelola oleh PT MEP ke PT PLN.
Meski demikian, Hal ini menjadi permasalahan baru terkait nasib dari PT MEP yang merupakan BUMD Muba ini,
Demikian diakui oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba, Andi Wijaya Busro, Jumat (26/4).
Dia mengakui jika dirinya bersyukur akhirnya peralihan listrik dari PT MEP ke PLN ini akhirnya tuntas. Namun, pasca peralihan ini tentunya menimbulkan masalah bagi PT MEP.
“Karena itu, kami tengah melakukan rapat bersama untuk menentukan kondisi yang diambil untuk PT MEP ini,” katanya.
Menurutnya, peralihan listrik dari MEP ke PLN ini merupakan harapan masyarakat Muba yang sudah lama menunggu untuk merasakan listrik yang berkeadilan.
Namun demikian PT MEP yang sudah berdiri sejak tahun 2006 mengoperasionalkan listrik sampai ke desa sudah sangat berperan bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Muba.
“Sejak tahun 2019, PT MEP bekerjasama dengan PT MIOTA, dimana sejak saat itu jaringan listrik yang dikelola oleh PT MEP sudah mengimplementasikan sistem Advanced Metering Infrastructure (AMI),” jelasnya.
“Tentu sangat disayangkan kalau dengan peralihan listrik MEP ke PLN, smart metering yang sudah digunakan oleh pelanggan MEP selama ini diganti dengan meteran biasa,”ujar Andi.
Sementara itu, Direktur PT MEP, Raflen menambahkan, saat ini aset yang dimiliki PT MEP selama ini berupa jaringan listrik yang tersebar di seluruh desa dalam Kabupaten Muba, sangat disayangkan apabila tidak digunakan lagi pasca peralihan listrik MEP ke PLN.
“MEP adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola kelistrikan PLN untuk konsumen, merilis aplikasi Muba Listrik Pintar pada semester II 2020,” katanya.
Dia mengungkapkan sudah ada 50 ribu rumah yang terpasang dengan smart metering dengan jaringan IOT berbasis Lorawan.
“Dengan adanya teknologi smart metering yang terintegrasi, baik di sisi perangkat, jaringan komunikasi dua arah,” pungkasnya.

