Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Otomotif»Penjualan Mobil Listrik Global Tembus 20,5 Juta Unit di 2025, BYD Salip Tesla
Otomotif

Penjualan Mobil Listrik Global Tembus 20,5 Juta Unit di 2025, BYD Salip Tesla

alwiBy alwi09/03/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Penjualan kendaraan listrik global mencetak rekor baru pada 2025 dengan total 20,53 juta unit kendaraan energi baru terjual di seluruh dunia.

Angka tersebut mencakup mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV), hybrid plug-in (PHEV), serta kendaraan sel bahan bakar.

Baca juga :   Tak Perlu Lagi Tunjukkan Kartu Fisik, Korlantas Mulai Uji Coba SIM Digital

Berdasarkan laporan lembaga riset TrendForce, penjualan tersebut meningkat sekitar 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik (EV) masih terus tumbuh meskipun laju pertumbuhannya diperkirakan mulai melambat dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk 2026, penjualan kendaraan listrik global diproyeksikan mencapai 23,4 juta unit. Meski tetap meningkat, tingkat pertumbuhan diperkirakan turun menjadi sekitar 14 persen.

Baca juga :   Toyota Bakal Gunakan Penamaan untuk Mobil Listriknya, Urban Cruiser EV Jadi yang Pertama

Perlambatan ini dipengaruhi oleh kondisi pasar di China yang mulai memasuki tahap matang setelah menjadi motor utama pertumbuhan kendaraan listrik dunia selama beberapa tahun terakhir.

China masih menjadi pasar kendaraan listrik terbesar di dunia dengan kontribusi sekitar 66 persen dari total penjualan global pada 2025.

Namun tingkat pertumbuhan di negara tersebut tercatat sekitar 24 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan global.

Baca juga :   Kinerja Perusahaan Menurun, Elon Musk Digeser dari CEO Tesla

Sementara itu, pasar Eropa Barat menunjukkan kinerja yang cukup kuat. Penjualan kendaraan listrik di kawasan tersebut tumbuh hampir 30 persen sepanjang 2025, menjadi performa terbaik sejak 2022.

Perubahan besar juga terjadi dalam persaingan produsen kendaraan listrik dunia. Untuk pertama kalinya, produsen asal China BYD berhasil menyalip Tesla sebagai pemimpin global dalam penjualan mobil listrik berbasis baterai.

BYD mencatatkan pertumbuhan penjualan sekitar 25 persen sepanjang 2025. Sebaliknya, Tesla mengalami penurunan penjualan sekitar 9 persen.

Baca juga :   Xiaomi Bantah Rumor Kemitraan Mobil Listrik dengan Ford

Sejumlah analis menilai Tesla menghadapi tantangan karena minimnya peluncuran model baru atau pembaruan produk yang signifikan.

Perusahaan otomotif China lainnya juga menunjukkan pertumbuhan pesat. Geely naik ke posisi keempat dalam peringkat global setelah berhasil menggandakan pangsa pasarnya dari 3 persen menjadi 6 persen.

Keberhasilan tersebut sebagian besar didorong oleh penjualan mobil listrik kecil dan terjangkau bernama Xingyuan yang dijual dengan harga di bawah 100.000 yuan atau sekitar 11.800 euro.

Baca juga :   Komisaris dan Direksi Astra Otoparts Kompak Mundur dari Jabatannya

Selain itu, perusahaan teknologi Xiaomi juga mulai menunjukkan pengaruhnya di industri otomotif listrik. Pangsa pasarnya meningkat dari 1 persen menjadi 3 persen hanya dalam satu tahun, menempatkannya di posisi kedelapan secara global.

Di sisi lain, Volkswagen menghadapi tantangan di pasar China meskipun secara keseluruhan penjualan globalnya meningkat.

Penurunan pangsa pasar di China mendorong produsen asal Jerman tersebut meluncurkan merek baru yang dirancang khusus untuk konsumen di negara tersebut.

Baca juga :   Tolak Jadi Komoditas 'Membosankan', Toyota Bakal Produksi Mobil Berfokus Desain Sporty

Volkswagen juga menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi otomotif China XPeng untuk mengembangkan model kendaraan listrik baru secara bersama. Hasil kolaborasi tersebut diperkirakan akan mulai terlihat dalam waktu dekat.

Pada segmen kendaraan hybrid plug-in, BYD masih mendominasi dengan pangsa pasar sekitar 31,5 persen. Meski demikian, perusahaan tersebut mengalami penurunan volume penjualan untuk pertama kalinya.

Sementara itu, Li Auto yang sebelumnya menempati posisi kedua mengalami penurunan penjualan hingga 30 persen pada 2025 dan turun ke posisi kelima dalam peringkat kendaraan hybrid.

Baca juga :   Isuzu D-Max EV Hadir di Eropa, Pick Up Listrik Tangguh dengan Harga Mewah

Untuk meningkatkan daya saing, perusahaan ini mulai berinvestasi besar pada teknologi kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan kemampuan sistem kendaraan.

Kebijakan pemerintah di berbagai negara juga diperkirakan akan memengaruhi pasar kendaraan listrik pada 2026.

Di China, pemerintah mengubah skema subsidi dari nominal tetap menjadi persentase dari harga kendaraan. Perubahan ini berpotensi membuat mobil listrik murah terasa lebih mahal bagi konsumen.

Baca juga :   Penjualan Merosot, Tesla Kehilangan Takhta Produsen Mobil Listrik Dunia

Di Amerika Serikat, subsidi federal untuk kendaraan listrik telah dihentikan sepenuhnya. Sebaliknya, Jerman kembali memberlakukan subsidi pembelian kendaraan listrik tanpa membatasi asal negara produsen, yang berpotensi menguntungkan merek impor termasuk dari China.

Di tengah perkembangan tersebut, produsen kendaraan listrik juga menghadapi tantangan pada rantai pasok komponen, terutama chip memori yang menjadi bagian penting dalam sistem kendaraan modern.

Meski hanya menyumbang sekitar 1 hingga 5 persen dari biaya produksi mobil, kelangkaan atau kenaikan harga komponen tersebut dapat menyebabkan gangguan produksi.

Baca juga :   Bangkitkan Era Minivan, Citroen Ungkap Konsep ELO Listrik

Karena itu, banyak produsen otomotif kini berupaya memperkuat rantai pasok dan memastikan ketersediaan komponen penting agar produksi tetap berjalan stabil.

Memasuki 2026, pasar kendaraan listrik global diperkirakan akan semakin kompetitif. Sejumlah produsen mulai menghadirkan model yang lebih terjangkau bagi konsumen, sementara sebagian lainnya meninjau kembali strategi elektrifikasi mereka di tengah perubahan kebijakan dan dinamika pasar global. (LWM)

BYD Mobil listrik Tesla
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVidi Aldiano Berpulang, Rekan Artis Kenang Sosok Baik dan Ceria
Next Article Bareskrim Kembali Akan Periksa Pandji Pragiwaksono soal Kasus Dugaan Hina Suku Toraja
alwi

Related Posts

Otomotif

Porsche Perkuat Kepemilikan Manthey Jadi 67 Persen, Siapkan Dua Model Edisi Khusus

09/10/20263 Views
Otomotif

Toyota dan Lexus Recall 617 Mobil Gara-Gara Masalah Steering Knuckle

06/10/20267 Views
Otomotif

Toyota Uji Ketangguhan Hilux BEV, Ditimpa Karavan dari Ketinggian 9 Meter

02/10/20267 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,887 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,759 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,733 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?