RELUNG.ID – Kasus dugaan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART) bernama Hera terus bergulir. Pihak penyalur ART, Nia Damanik, mengaku memiliki sejumlah bukti terkait dugaan kekerasan yang disebut dilakukan oleh Erin Anthony.
Nia menyampaikan hingga saat ini dirinya belum menerima komunikasi apa pun dari pihak Erin maupun Andre Taulany terkait persoalan tersebut.
“Sampai hari ini tidak ada,” kata Nia di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).
Saat ditanya apakah Andre Taulany pernah menghubunginya secara langsung, Nia membantah hal tersebut. Menurutnya, Andre sejak awal menyatakan tidak memiliki hubungan dengan yayasan penyalur ART yang menaungi Hera.
Kuasa hukum Nia, Ernes Hasibuan, menilai terdapat indikasi pengakuan tidak langsung dari pihak Erin terkait dugaan tindakan kekerasan tersebut. Hal itu, menurutnya, terlihat dari isi percakapan yang beredar dan tidak menunjukkan bantahan secara tegas.
“Kalau memang tidak melakukan, biasanya akan ada bantahan tegas. Namun dalam percakapan yang ada, tidak terlihat penolakan secara jelas,” ujar Ernes.
Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Natalius Bangun, mengatakan pihaknya berencana membuka sejumlah bukti kepada publik dalam waktu dekat agar masyarakat dapat menilai perkara tersebut secara objektif.
Ia juga menyebut pihaknya akan memberikan penjelasan lengkap terkait sejumlah unggahan dan bukti yang beredar di media sosial.
Kasus ini mencuat setelah Hera melaporkan Erin Anthony ke kepolisian atas dugaan penganiayaan. Hera mengaku mengalami tindakan kekerasan berupa pukulan menggunakan gagang sapu lidi hingga tendangan.
Di sisi lain, Erin Anthony juga diketahui telah melaporkan balik Hera ke pihak kepolisian. Hingga kini, proses hukum terkait laporan kedua belah pihak masih berjalan. (vid)

