RELUNG.ID– Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga dan orang-orang terdekat Adinda Dhea Fiji Lestari (21), perempuan muda yang ditemukan tewas setelah diduga menjadi korban begal di Jalan Jenderal Satibi Darwis, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (19/8/2026) dini hari, ketika Dhea dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Jalan Tri Karya, Perumahan Putri Agung, Palembang, setelah menyelesaikan pekerjaannya.
Dhea merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Di usianya yang masih muda, ia menjalani dua aktivitas sekaligus, yakni bekerja di salah satu restoran ramen di pusat perbelanjaan Palembang Icon dan kuliah semester tiga di Universitas Terbuka Palembang.
Ayah korban, Asyri (63), mengatakan putrinya selama ini dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul. Meski harus bekerja hingga malam, Dhea biasanya tidak pernah pulang terlalu larut.
“Anak ini biasanya tidak pernah pulang terlalu larut. Paling tinggi pulang jam 12 malam, kadang jam 1,” kata Asyri saat ditemui di rumah duka.
Namun, kepulangan Dhea pada malam itu ternyata menjadi perjalanan terakhirnya.
Sebelum ditemukan tewas, Dhea diketahui sudah bekerja sejak pagi. Ia masuk kerja sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
Setelah menyelesaikan jam kerjanya, Dhea kembali lagi ke tempat kerjanya karena ada kegiatan general cleaning atau pembersihan menyeluruh restoran.
Kegiatan tersebut rutin dilakukan sekitar satu bulan sekali. Karena kegiatan itu, Dhea baru meninggalkan gerai ramen sekitar tengah malam.
Rekan kerja Dhea yang ditemui di rumah duka mengatakan, korban bahkan sempat membuat unggahan di TikTok yang menunjukkan dirinya masih berada di tempat kerja sekitar tengah malam.
“Memang hari itu masuk pagi dari jam 8 sampai jam 5 sore. Tapi malamnya kembali lagi ke outlet karena ada general cleaning,” kata rekan kerja korban yang enggan menyebutkan namanya.
Setelah menyelesaikan kegiatan tersebut, Dhea kemudian mengendarai sepeda motornya untuk pulang ke rumah.
Tak ada yang menyangka perjalanan pulang itu menjadi perjalanan terakhir perempuan yang dikenal pekerja keras tersebut.
Sekitar pukul 01.30 WIB, seorang saksi bernama Fadil (18) yang sedang bekerja di tempat pembakaran kayu tidak jauh dari lokasi kejadian mendengar suara perempuan.
Suara tersebut kemudian disusul bunyi seperti sepeda motor terjatuh.
“Kami bertiga sedang bekerja, lalu saya mendengar suara perempuan dan motor jatuh,” kata Fadil.
Penasaran dengan suara tersebut, Fadil kemudian keluar untuk mencari sumbernya. Ia terkejut ketika melihat Dhea sudah tersungkur di atas aspal dalam kondisi tidak bergerak.
“Saya lihat korban sudah tersungkur di aspal. Saya panik dan langsung memberitahu nenek saya,” ujarnya.
Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Petugas Polsek Kertapati bersama personel Reskrim, SPKT dan Inafis Polrestabes Palembang mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dhea kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Kecurigaan bahwa Dhea menjadi korban begal muncul setelah keluarga mengetahui sepeda motor yang dikendarainya saat pulang bekerja tidak ditemukan di lokasi.
Ayah korban menduga sepeda motor tersebut dibawa pelaku.
“Kayaknya kena begal dia ini. Motornya hilang,” kata Asyri.
Sementara sejumlah barang milik Dhea masih ditemukan. Kartu identitas korban masih berada bersamanya, sedangkan telepon selulernya kemudian diamankan polisi.
“HP ada di polisi. KTP ada. Cuma motor saja yang dibawa,” ujarnya.
Asyri mengaku masih sulit menerima kenyataan bahwa putrinya harus meninggal dunia dalam perjalanan pulang bekerja.
Apalagi, malam itu Dhea pulang lebih larut dari biasanya karena harus menyelesaikan pekerjaan di tempatnya bekerja.
“Masih kuliah, masih bekerja. Belum menikah,” kata Asyri mengenang putrinya.
Kini, keluarga masih menunggu proses penyelidikan kepolisian untuk mengetahui secara pasti peristiwa yang menyebabkan Dhea meninggal dunia.
Sementara itu, Kapolsek Kertapati Palembang AKP Hermansyah mengatakan pihaknya masih mendalami dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) dalam kasus tersebut.
“Korban saat itu diketahui mengendarai sepeda motor. Namun setelah peristiwa terjadi, motor korban tidak ditemukan di TKP,” kata Hermansyah.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian, termasuk penyebab korban terjatuh hingga meninggal dunia serta keberadaan sepeda motor milik korban.[YKP]

