RELUNG.ID – Asap masih mengepul di sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.
Di balik upaya memadamkan api yang terus berkobar, ada perjuangan para petugas Manggala Agni yang harus menghadapi medan berat dan keterbatasan sumber air agar kobaran api tidak semakin meluas.
Salah satu momen tersebut terekam di Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Dalam sebuah video yang dibagikan Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, tampak petugas berupaya menjangkau titik api yang berada di seberang kanal.
Agar pemadaman dapat dilakukan lebih cepat, seorang petugas nekat menyeberangi sekat kanal sambil berpegangan pada selang air yang terhubung dengan peralatan pemadam. Sementara dua rekannya tetap berada di sisi lain untuk mengarahkan semprotan air ke area yang terbakar.
“Posisi kanan-kiri kanal yang terbakar sehingga tim harus menyeberang seperti ini untuk mempercepat pemadaman,” kata Ferdian, Rabu (12/8/2026).
Bagi petugas di lapangan, medan seperti ini bukanlah hal baru. Namun memasuki musim kemarau, tantangan menjadi semakin berat karena sumber air mulai berkurang. Kanal-kanal yang selama ini menjadi andalan untuk menyuplai air perlahan mengering, sehingga petugas harus berpindah-pindah mencari titik yang masih menyimpan air.
“Ini masih mending karena posisi ada airnya. Di lokasi lain sudah sulit mencari air,” katanya.
Tak jarang, petugas harus berimprovisasi agar pemadaman tetap bisa dilakukan. Mereka membuat saluran kecil sementara untuk mengalirkan air ke titik kebakaran. Di beberapa lokasi, alat berat diterjunkan untuk menggali tanah demi menemukan cadangan air yang masih tersisa.
Selain itu, kubangan lumpur di dasar kanal juga dibersihkan secara manual agar air yang tersisa dapat dimanfaatkan.
“Kubangan di kanal dibersihkan secara manual oleh teman-teman supaya sumber air bisa dipakai sementara. Kalau sudah kering, ya pindah lagi mencari sumber air,” jelas Ferdian.
Perjuangan itu menggambarkan bahwa memadamkan karhutla bukan sekadar menyemprotkan air ke titik api. Petugas harus berpacu dengan waktu, menghadapi panas terik, medan gambut yang sulit dilalui, hingga keterbatasan air yang menjadi faktor utama dalam proses pemadaman.
Hingga kini, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera masih menangani sejumlah titik kebakaran di berbagai wilayah Sumatera Selatan.
Di Kabupaten Musi Banyuasin, kebakaran dilaporkan terjadi di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, dan Desa Rantau Panjang, Kecamatan Lawang Wetan. Di Kabupaten Banyuasin, api masih membakar lahan di Desa Lebong, Kecamatan Rantau Bayur.
Sementara di Kabupaten Ogan Komering Ilir, titik karhutla tersebar di Desa Sungai Menang, Kecamatan Sungai Menang; Desa Tulung Selapan Ilir, Kecamatan Tulung Selapan; Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Lubuk; serta Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan. (YKP)

