RELUNG.ID – Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kemayoran, Aiptu Ikhwan, yang sempat dituding menganiaya pedagang es gabus bernama Suderajat, dinyatakan tidak terbukti melakukan kekerasan.
Kesimpulan tersebut diperoleh setelah pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada unsur penganiayaan yang dilakukan oleh anggota tersebut.
“Dalam proses pemeriksaan, Bhabinkamtibmas yang bersangkutan tidak terbukti melakukan tindakan kekerasan atau penganiayaan,” ujar Budi kepada wartawan, Senin (2/2/2026).
Hasil tersebut, lanjut Budi, juga diperkuat oleh keterangan Suderajat sendiri yang menyatakan tidak pernah dipukul oleh Aiptu Ikhwan.
“Pak Suderajat sudah beberapa kali menyampaikan bahwa tidak ada pemukulan oleh anggota,” katanya.
Meski tidak terbukti bersalah, Aiptu Ikhwan tetap diberikan pembinaan internal untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sosial kepada masyarakat.
“Sebagaimana arahan Kapolda Metro Jaya, anggota harus mampu menjaga sikap dan tidak melukai perasaan masyarakat,” tambah Budi.
Kasus ini mencuat setelah video yang menampilkan Aiptu Ikhwan bersama Serda Heri Purnomo viral di media sosial. Dalam video tersebut, keduanya mempertanyakan bahan es gabus yang dijual Suderajat, yang disebut-sebut mengandung spons.
Rekaman itu memperlihatkan percakapan tegang saat pedagang diminta menghentikan penjualan. Pernyataan aparat dalam video tersebut kemudian menuai kritik publik.
Dugaan tersebut berawal dari laporan warga bernama M. Arief Fadillah (43) yang menghubungi call center 110 pada 24 Januari 2026. Ia melaporkan adanya dugaan es gabus berbahan Polyurethane Foam (PU Foam).
Namun, hasil pemeriksaan Laboratorium Tim Keamanan Pangan Dokkes Polda Metro Jaya memastikan seluruh sampel makanan yang dijual Suderajat aman dan layak dikonsumsi.
“Produk tersebut tidak mengandung zat berbahaya,” kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Minggu (25/1/2026).
Untuk memastikan hasil yang lebih akurat, polisi juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik Polri. Proses penelusuran lokasi produksi di wilayah Depok juga masih dilakukan. (vid)

