RELUNG.ID – Penyidikan kasus dugaan perzinaan yang dilaporkan Wardatina Mawa terhadap Inara Rusli dan Insanul Fahmi terus berlanjut.
Polda Metro Jaya memastikan proses hukum tetap berjalan setelah upaya restorative justice (RJ) ditolak oleh pelapor.
Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Tiksnarto Andaru Rahutomo, mengatakan penyidik Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan TPPO) sebelumnya telah menjalankan sejumlah tahapan penyidikan, termasuk pemeriksaan terhadap pihak terlapor.
Pada 4 Mei 2026, penyidik juga mempertemukan pelapor dan terlapor dalam upaya penyelesaian melalui restorative justice. Namun, upaya tersebut tidak mencapai kesepakatan karena ditolak oleh pelapor, Wardatina Mawa.
“Saudari WM mengirimkan surat bahwa yang bersangkutan memberikan sikap untuk menolak upaya restorative justice,” ujar Andaru kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).
Ia menegaskan, dengan adanya penolakan tersebut, penyidik akan melanjutkan proses hukum sesuai prosedur yang berlaku.
“Penyidik akan melakukan pemeriksaan kepada beberapa ahli sebagai pelengkap berkas perkara. Setelah itu akan dilaksanakan gelar perkara,” katanya.
Menurut Andaru, penyidik berencana menghadirkan dua hingga tiga orang ahli dalam proses pemeriksaan lanjutan. Namun hingga kini, jadwal gelar perkara masih belum ditentukan.
Selain itu, hasil pemeriksaan digital forensik terhadap barang bukti juga masih dalam proses.
“Hasilnya belum, nanti kami sampaikan kalau sudah ada hasilnya,” tambahnya.
Sementara itu, menjelang Hari Raya Idulfitri, Inara Rusli sempat menyampaikan permohonan maaf kepada Wardatina Mawa, Insanul Fahmi, dan seluruh pihak yang terlibat dalam persoalan hukum tersebut.
Mantan istri Virgoun itu mengaku ingin memanfaatkan momentum Lebaran untuk memperbaiki hubungan dan membersihkan diri dari perseteruan.
“Dengan segala kerendahan hati aku menyampaikan meminta maaf, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Inara Rusli saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026).
Inara juga mengungkapkan bahwa kesadaran tentang ketidakpastian hidup menjadi alasan dirinya memilih untuk meminta maaf lebih dahulu.
“Kita enggak pernah tahu umur sampai kapan. Bisa jadi sejam kemudian kita meninggal, besok kita meninggal, atau 10 menit kemudian kita meninggal,” tuturnya. (vid)

