RELUNG.ID – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banyuasin mengungkap alasan diberlakukannya rekayasa lalu lintas di sekitaran Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.
Rekayasa ini dilakukan karena kondisi Jalan Lintas Palembang-Tanjung Api-Api tepatnya di Kilometer 8 tengah perbaikan sehingga membahayakan pengguna jalan.
Kasat Lantas Polres Banyuasin, Suwandi menjelaskan kemacetan dipicu oleh adanya kerusakan jalan pada salah satu jalur. Perbaikan yang tertunda menyebabkan munculnya lubang cukup dalam sehingga tidak dapat dilintasi kendaraan.
“Lubang pada badan jalan cukup dalam dan berpotensi menyebabkan kendaraan terperosok atau tersangkut,” ujarnya.
Selain itu, bahu jalan yang sebelumnya digunakan sebagai jalur alternatif dalam rekayasa lalu lintas juga tidak bisa dimanfaatkan.
Tingginya curah hujan membuat bahu jalan tergenang air, licin, dan bergelombang sehingga membahayakan pengendara.
Akibat kondisi tersebut, arus lalu lintas di lokasi hanya dapat menggunakan satu jalur. Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah, personel Sat Lantas Polres Banyuasin menerapkan sistem buka-tutup dengan memberlakukan arus kendaraan secara bergantian dari dua arah.
Petugas juga disiagakan di lapangan untuk mengatur kendaraan serta mencegah pengendara melawan arus yang dapat memperburuk kepadatan. Meski rekayasa lalu lintas telah diterapkan, antrean kendaraan tetap mengular.
“Kami mengimbau kepada pengguna jalan agar tetap antre di lajurnya dan tidak menyerobot, agar tidak menimbulkan kemacetan yang lebih panjang,” tutupnya. (vid)

