RELUNG.ID – Presiden Prabowo Subianto menyoroti masih adanya masyarakat yang harus menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Dalam penyampaian Nota Keuangan dan Pengantar RUU APBN 2027 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo mengungkapkan dirinya menerima laporan mengenai ibu-ibu yang meninggal saat hendak melahirkan karena perjalanan menuju fasilitas kesehatan mencapai 7 hingga 9 jam.
Menurut Prabowo, kondisi tersebut tidak boleh terus terjadi. Negara harus memastikan masyarakat, termasuk yang tinggal di wilayah terpencil, mendapatkan akses pelayanan kesehatan sedekat mungkin.
“Rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Negara harus hadir sedekat mungkin dengan tempat rakyat hidup,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan, panjangnya waktu perjalanan menuju fasilitas kesehatan salah satunya disebabkan kondisi infrastruktur yang belum memadai, seperti jalan dan jembatan yang belum bisa mendukung akses cepat menuju pusat layanan kesehatan.
“Pada saat sudah waktunya mau pecah, harus 9 jam karena tidak ada jalan yang baik, karena jembatan tidak bagus. Akhirnya banyak ibu-ibu meninggal di daerah-daerah yang tidak jauh dari ibu kota,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah menyiapkan terobosan berupa ambulans udara. Moda evakuasi tersebut nantinya dapat menggunakan helikopter maupun pesawat kecil yang mampu mendarat di berbagai lokasi.
“Untuk itu kita juga akan membuat ambulans udara dengan helikopter, dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai,” katanya.
Prabowo menegaskan, langkah tersebut diperlukan agar masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis darurat dapat segera dievakuasi.
“Supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit,” tegasnya.
Selain ambulans udara, pemerintah juga mempertimbangkan konsep tim dokter terbang. Tenaga medis nantinya dapat diterbangkan langsung ke lokasi masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
“Untuk itu kita harus mencari terobosan inovatif. Salah satu jalan adalah ambulans udara, bahkan nanti juga tim dokter terbang,” ujar Prabowo.
“Kalau perlu, dokter yang terbang ke tempat rakyat sakit keras atau menghadapi bencana,” sambungnya.
Prabowo menilai inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat akses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan sulit menjangkau fasilitas kesehatan.[YKP]

