RELUNG.ID- Presiden RI Prabowo Subianto menghabiskan sepanjang Senin (1/12/2025) meninjau empat wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera: Tapanuli Tengah, Medan, Aceh Tenggara, dan Padang Pariaman. Dalam kunjungannya, Prabowo menenangkan para pengungsi bahwa cuaca ekstrem diprediksi sudah melewati puncaknya.
“Kita bersyukur cuaca membaik. Ramalan yang terburuk sudah lewat,” ujar Prabowo saat menemui pengungsi di Tapteng, Sumatera Utara.
BNPB melaporkan, per 1 Desember 2025, 604 orang meninggal akibat bencana yang melanda tiga provinsi di Sumatera tersebut.
Meski cuaca berangsur membaik, Prabowo menegaskan bahwa perubahan iklim ekstrem menjadi tantangan serius yang harus diantisipasi pemerintah pusat dan daerah.
“Pemerintahan harus benar-benar berfungsi menjaga lingkungan dan mengantisipasi kondisi di masa depan.”
Di Aceh Tenggara, Prabowo memastikan anggaran bantuan bencana aman. Ia menyebut dana tersebut berasal dari kebijakan efisiensi di tingkat pusat.
“Alhamdulillah kita punya anggarannya… supaya sebanyak mungkin kita bisa membantu rakyat di desa dan kecamatan.”
Selama kunjungan di empat daerah, Prabowo membeberkan sejumlah langkah prioritas, seperti pasokan BBM.
Di Tapanuli Tengah, Prabowo menegaskan BBM akan segera dikirim ke wilayah yang aksesnya terputus.
Presiden Prabowo juga memastikan kawasan yang masih gelap gulita akan segera kembali dialiri listrik.
“Listrik sebentar lagi bisa dibuka semuanya,”ujarnya.
Prabowo menjanjikan pembukaan akses desa-desa yang terputus akibat longsor dan banjir. Di Aceh Tenggara, Prabowo menegaskan perbaikan infrastruktur akan segera dilakukan.
Keluhan warga soal minimnya air bersih di Padang Pariaman juga langsung ditanggapi.
Prabowo mengatakan pemerintah akan membantu perbaikan rumah dan rehabilitasi fasilitas pendidikan di kawasan terdampak.
Saat berdialog dengan korban banjir di Padang Pariaman, Prabowo menegaskan pemerintahannya tidak akan membiarkan kekayaan negara bocor.
“Supaya tidak ada kebocoran, tidak ada maling-maling yang mencuri uang rakyat,”tegasnya.
Prabowo kemudian bertanya kepada warga apakah mereka mendukung langkahnya “menyikat maling”. Sontak warga menjawab riuh.
“Uang yang mereka curi nanti kita alirkan semua ke rakyat,”ucapnya.
Saat mendampingi Presiden di Aceh Tenggara, Bupati Salim Fakhry menyampaikan rasa syukur dan bangga warga atas kedatangan Prabowo. Bahkan ia berharap Prabowo bisa menjadi “presiden seumur hidup”. Prabowo merespons dengan geleng-geleng kepala dan gestur menolak.[YKP]

