RELUNG.ID- Kasus dugaan suap yang menjerat Direktur Utama PT Inhutani V, Dicky Yana Rady, kini menyeret sebuah mobil Jeep Wrangler Rubicon merah sebagai salah satu barang bukti paling mencolok.
Bukan sekadar kendaraan hobi, Rubicon ini diduga kuat terkait aliran uang suap sebesar 189.000 dollar Singapura yang diberikan oleh Direktur PT Paramitra Mulia Langgeng (PML), Djunaidi Nur.
Nama Rubicon merah tersebut mencuat dalam rekaman percakapan antara Dicky dan Djunaidi yang diputar lantang dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Dalam obrolan santai keduanya, Djunaidi terdengar menanyakan pesanan mobil itu dan menawarkan untuk menyiapkan dana pelunasan.
Ia menyebut Dicky sudah membayar uang muka Rp 50 juta dan memesan Rubicon berkelir merah mencolok sesuai keinginan.
Meski demikian, Dicky membantah menggunakan uang suap untuk melunasi pembelian mobil. Ia mengaku sempat menanyakan ke diler apakah pembayaran bisa dilakukan menggunakan mata uang asing, namun ditolak.
Menurut pengakuannya, pelunasan Rubicon dilakukan menggunakan rekening pribadi. Sementara uang 189.000 dollar Singapura dari Djunaidi yang disebut sebagai titipan disimpannya di rumah hingga akhirnya disita penyidik KPK bersama barang bukti lain.
Skandal ini membuat publik menaruh perhatian pada harga dan spesifikasi mobil yang ikut menjadi bagian dari perkara. Jeep Wrangler Rubicon 4-Door berwarna merah menyala itu dijual sekitar Rp 2,401 miliar, menjadikannya salah satu SUV off-road premium yang diminati kalangan pecinta otomotif.
Secara tampilan, Rubicon mudah dikenali lewat grille tujuh slot, lampu bulat ikonik, serta bodi kotak yang gagah. Di balik tampilannya yang maskulin, mobil ini dibekali mesin 2.0 liter GMET4 DOHC Turbo dengan sistem ESS, bertenaga 285 PS dan torsi 400 Nm.
Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi otomatis 8-percepatan dan sistem penggerak empat roda (4WD), membuatnya tetap menjadi salah satu SUV paling tangguh di kelasnya.
Kini, mobil hobi bernilai miliaran itu justru menjadi sorotan dalam kasus dugaan suap yang membawa Dicky Yana Rady berhadapan dengan meja hijau. Proses persidangan masih bergulir, dan keberadaan Rubicon merah tersebut tetap menjadi salah satu fokus utama dalam pembuktian aliran dana suap yang dituduhkan kepada sang Dirut.[YKP]

