RELUNG.ID – RANS Entertainment resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7/2026).
Perusahaan yang didirikan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu kini berstatus sebagai perusahaan terbuka setelah melaksanakan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) dengan kode emiten RANS.
Manajemen menyatakan pencatatan saham ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan bisnis perusahaan sekaligus menegaskan komitmen terhadap tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.
Direktur Utama RANS Entertainment, Nagita Slavina, mengaku haru saat mengenang perjalanan perusahaan yang berawal dari konten keluarga di platform YouTube hingga berkembang menjadi perusahaan yang melantai di pasar modal.
“Perjalanan RANS dimulai dari sesuatu yang sederhana, sebuah kamera, sebuah keluarga, dan keinginan untuk berbagi cerita. Saat itu kami tak pernah membayangkan bahwa perjalanan sederhana tersebut suatu hari akan membawa kami berdiri di hadapan bapak ibu sekalian hari ini,” ujar Nagita.
Menurutnya, keberhasilan RANS menjadi perusahaan publik bukan hanya menjadi pencapaian bagi dirinya dan Raffi Ahmad, tetapi juga menjadi simbol berkembangnya industri kreatif Indonesia.
“Hari ini bukan hanya milik saya dan Raffi Ahmad ataupun keluarga kami, tetapi juga milik para kreator Indonesia. Ini menjadi bukti bahwa ide, karya, dan kreativitas anak bangsa memiliki nilai yang diakui di panggung ekonomi nasional,” katanya.
Di tengah proses IPO, RANS Entertainment juga menanggapi isu dugaan pencucian uang yang sempat beredar di media sosial. Komisaris Utama RANS Entertainment, Darwin Cyril Noerhadi, menegaskan tudingan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.
Menurut Darwin, proses menuju IPO telah dipersiapkan jauh sebelum isu tersebut muncul. Persiapan internal bahkan telah dimulai sejak 2021, termasuk dengan masuknya investasi strategis dari Emtek senilai Rp248 miliar sebagai bagian dari pengembangan bisnis perusahaan.
“Kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumor yang ada daripada faktanya yang ada,” ujar Darwin di Gedung Bursa Efek Indonesia.
Nagita menilai penjelasan dari jajaran komisaris penting untuk memberikan gambaran yang objektif kepada publik mengenai proses IPO dan tata kelola perusahaan.
“Terima kasih atas klarifikasinya, karena saya rasa kalau itu datangnya dari saya dan Raffi mungkin dianggap kurang objektif. Penjelasan dari dewan komisaris diharapkan bisa memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada masyarakat,” ujarnya.
Sebagai perusahaan terbuka, RANS Entertainment kini diwajibkan menerapkan standar keterbukaan informasi sesuai ketentuan pasar modal. Manajemen menyatakan status tersebut akan semakin memperkuat transparansi dalam pengelolaan perusahaan.
Sementara itu, saham RANS mendapat sambutan positif dari pelaku pasar pada hari pertama perdagangan. Saham yang ditawarkan kepada publik dengan harga perdana Rp170 per lembar langsung melonjak hingga Rp228 per saham, atau naik sekitar 34,12 persen, sehingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA).
Dalam aksi korporasi tersebut, RANS Entertainment melepas sekitar 20,02 persen sahamnya kepada publik sebagai free float.
Berdasarkan data perdagangan hingga penutupan bursa, minat investor terhadap saham RANS cukup tinggi. Tercatat sekitar 21 juta lot mengantre pada sisi beli di harga Rp228 per saham.
Data broker summary menunjukkan sekuritas MG menjadi pembeli terbesar dengan nilai transaksi sekitar Rp1,7 miliar, sementara aktivitas jual terbesar tercatat berasal dari sekuritas XL dengan nilai sekitar Rp923 juta.
Manajemen berharap pencatatan saham di BEI menjadi langkah awal bagi RANS Entertainment untuk memperluas bisnis sekaligus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham melalui tata kelola perusahaan yang lebih profesional dan berkelanjutan. (vid)

