RELUNG.ID – Ribuan warga memadati Alun-Alun Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jumat (23/1/2026) sore, dalam acara Tasyakuran Rakyat yang digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
Kegiatan ini menjadi ungkapan syukur masyarakat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pati nonaktif, Sudewo, sebagai tersangka dalam dua perkara korupsi.
Sudewo ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerasan terhadap calon perangkat desa setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (19/1/2026).
Sehari kemudian, KPK juga mengumumkan status tersangka Sudewo dalam perkara suap proyek rel kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, saat yang bersangkutan masih menjabat anggota DPR RI.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menyiapkan 10 tumpeng dan sekitar 5.000 nasi kotak yang dibagikan kepada warga. Setelah doa bersama, warga tampak berebut tumpeng dan makan secara bersama-sama di area alun-alun.
Sejumlah peserta juga melakukan aksi simbolik sebagai bentuk nazar, seperti mencukur rambut hingga gundul dan berlari mengelilingi alun-alun.
Perwakilan AMPB, Husaini, mengatakan kegiatan ini murni digelar atas inisiatif warga yang merasa lega setelah berbulan-bulan menghadapi tekanan.
“Hari ini kami tasyakuran karena praktik pungli di Pati akhirnya diusut tuntas oleh KPK,” kata Husaini.
Ia menambahkan, makanan yang tersisa akan dibagikan kepada warga yang terdampak banjir di wilayah Pati.
Husaini mengungkapkan, selama beberapa bulan terakhir, warga dan aktivis yang tergabung dalam AMPB merasa berada dalam tekanan.
“Keluar rumah saja takut. Ada rasa terintimidasi secara moral,” ujarnya.
Ia juga menyinggung dua aktivis AMPB, Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto, yang saat ini masih menjalani proses hukum terkait aksi pemblokiran Jalan Pantura. AMPB berharap persidangan keduanya dapat segera diselesaikan.
Presidium AMPB, Anik Sriningsih, menyampaikan terima kasih kepada warga yang hadir dan mengajak masyarakat memberi dukungan moral dalam proses hukum yang sedang berjalan.
Sementara itu, Alex, warga Desa Karaban, Kecamatan Gabus, mengaku sengaja datang untuk merayakan penetapan Sudewo sebagai tersangka.
“Harapannya setelah ini tidak ada korupsi lagi, Pati bisa lebih damai,” ujarnya.
AMPB menyebut rangkaian tasyakuran serupa akan digelar di sejumlah wilayah Pati selama sepekan ke depan sebagai bentuk harapan agar pemerintahan daerah ke depan lebih bersih dan berpihak kepada rakyat. (vid)

