RELUNG.ID – Aksi RY (20), pelaku rudapaksa dan pembunuhan terhadap korbannya RDP (6) yang masih duduk di kelas 1 SD ini memicu kemarahan warga di OKI khususnya di Kecamatan Pedamaran.
Akibatnya, ratusan warga merusak rumah pelaku yang berada di Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran, OKI, Minggu kemarin (27/7/2025).
“Dari pagi warga datang dari mana saja, bukan puluhan tapi ratusan yang datang ke rumah pelaku,” kata Evi Susanti, salah satu warga, Senin (28/7/2025).
Dia mengaku, warga yang marah ini melempari rumah pelaku dengan batu dan kayu. Bahkan, pihak kepolisian sempat kesulitan untuk mengevakuasi pelaku dari rumahnya.
“Rumahnya sudah dikepung warga, jadi polisi juga sulit mengeluarkan pelaku dari dalam rumah,” ujarnya.
Hal ini dibenarkan juga Kepala Desa Menang Raya, Rian Syaputra. Menurutnya, warga geram karena perbuatan pelaku yang sangat keji terhadap korban.
Rian mengaku kewalahan menenangkan warga yang datang dengan penuh amarah. Bahkan Rian mengungkapkan bahwa tidak hanya warganya saja yang mendatangi rumah pelaku.
Akibat amukan warga, rumah pelaku mengalami rusak parah, baik sisi luar rumah maupun di dalam rumah.
“Beruntung polisi, baik dari Polsek Pedamaran maupun Polres OKI datang cepat. Terlambat sedikit saja, pelaku bisa dihakimi warga yang sudah beringas,” ungkapnya.
Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto mengatakan, pihak Satreskrim Polres OKI berkoordinasi dengan pihak Polsek Pedamaran untuk menangkap pelaku. Namun penangkapan pelaku mengalami sedikit kesulitan karena ratusan warga telah berkumpul di rumah pelaku.
“Warga kesal dan hendak menghakimi pelaku yang bersembunyi di dalam rumahnya. Beruntung kami datang tepat waktu sehingga pelaku tidak jadi korban amukan massa,” ungkapnya.
Menurut pengakuan RY, dirinya tega melakukan perbuatan keji karena kecanduan film dewasa. RY juga mengaku telah lama mengincar korban, hingga Sabtu (26/7) waktu yang tepat untuk melancarkan aksi bejatnya.
“Saya melakukannya dua kali sebelum mencekik korban di kebun itu,” ujar RY.
RY mengaku, alasan pelaku memilih anak-anak sebagai korbannya karena RY tidak berani dengan perempuan dewasa. “Kalau besar saya tidak bisa melawannya, makanya saya pilih anak kecil,” pungkasnya. (HWJ)

