RELUNG.ID- Rumah dinas milik seorang perwira aktif TNI Angkatan Darat (AD) di kawasan Cijantung, Jakarta Timur, diduga disewakan dan digunakan sebagai tempat operasional judi online (judol).
Dugaan tersebut mencuat setelah rumah dinas itu digerebek pada Minggu (4/10). Penggerebekan tersebut kemudian direkam dan videonya beredar di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah orang berada di sebuah ruangan yang dipenuhi komputer. Perekam video menduga ruangan tersebut digunakan untuk aktivitas judi online.
“Wah ini ada yang enggak beres nih, pantesan pagar tinggi. Ini kayak judi online nih. Jangan ada yang keluar rumah ya,” ujar perekam dalam video tersebut.
Kasus itu kemudian mendapat perhatian dari jajaran TNI. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas mengatakan pihaknya tengah mendalami informasi tersebut.
“Sedang didalami,” kata Nas, Rabu (7/10).
Nas memastikan pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh pihak yang berkaitan dengan dugaan penggunaan rumah dinas tersebut, termasuk anggota TNI.
“Semua diperiksa,” ujarnya.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan anggota TNI AD yang terlibat dalam penggunaan rumah dinas sebagai markas judi online.
Maruli mengatakan TNI AD akan merespons cepat setiap laporan terkait dugaan pelanggaran tersebut.
“Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kalau kita, pasti respons cepat,” kata Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10).
Ia kembali menegaskan bahwa laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti.
“Sudah pasti cepat, kalau kita cepat lah,” ujarnya.
Hingga kini, TNI masih mendalami dugaan penggunaan rumah dinas tersebut sebagai lokasi operasional judi online, termasuk kemungkinan keterlibatan anggota TNI dalam aktivitas tersebut.[YKP]

