Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Soal Desakan Mundur dari Jabatan Utusan Khusus, Raffi Ahmad Tunggu Keputusan Presiden
Politik

Soal Desakan Mundur dari Jabatan Utusan Khusus, Raffi Ahmad Tunggu Keputusan Presiden

alwiBy alwi12/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Raffi Ahmad/ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menanggapi desakan agar dirinya mundur dari jabatan pemerintahan.

Hal ini dikarenakan namanya disebut dalam persidangan perkara dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Baca juga :   KPK: Pejabat Kemnaker Julukan 'Sultan' Diduga Tak Patuh LHKPN, Selisih Harta Capai Rp 65 Miliar

Raffi menegaskan bahwa posisinya di pemerintahan merupakan penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, ia menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait jabatan tersebut kepada Presiden.

“Saya ini menjalankan tugas, langsung diangkat oleh Pak Presiden. Pak Presiden yang mengangkat saya, Pak Presiden juga yang berwenang memberhentikan saya,” katanya, Kamis kemarin (11/6/2026).

Ia mengatakan tetap akan menjalankan tugas sebagai Utusan Khusus Presiden selama masih dipercaya dan belum ada keputusan resmi mengenai pemberhentiannya.

Baca juga :   Dalami LHKPN Febrie Adriansyah, Rumah di Sentul Diduga Menggunakan Nominee

“Saya menjalankan amanah yang diberikan dan berusaha menjaga kepercayaan tersebut sebaik-baiknya,” kata Raffi.

Seperti diketahui, nama Raffi menjadi sorotan setelah disebut dalam persidangan perkara dugaan korupsi terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Dalam persidangan terungkap adanya dugaan penitipan barang elektronik melalui perusahaan kargo PT Blueray Cargo, yang kini terseret perkara hukum. Terdakwa dalam perkara tersebut adalah pimpinan PT Blueray Cargo, John Field.

Baca juga :   Heboh Isu Komisaris PTPP, Dody Hanggodo Siapkan Hadiah Umrah bagi yang Bisa Buktikan Kekerabatan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menyatakan bahwa munculnya nama Raffi Ahmad dalam penyidikan belum otomatis menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana. Penyidik disebut masih mendalami seluruh fakta persidangan dan belum menemukan keterkaitan Raffi dengan pokok perkara yang diselidiki.

Didampingi kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea, Raffi memberikan penjelasan mengenai pertemuannya dengan sejumlah pegawai PT Blueray Cargo di New York, Amerika Serikat.

Menurut Raffi, pertemuan itu terjadi secara tidak sengaja ketika ia bersama rekan-rekannya, termasuk Desta, Ariel, dan Gading Marten, selesai berkunjung ke restoran Awang Kitchen dan Indo Java.

Baca juga :   Terjaring OTT KPK, Kepala Kejari Hulu Sungai Utara Digiring ke Gedung Merah Putih

“Mereka meminta foto bersama di depan toko. Kami hanya berfoto sebentar di luar, tidak masuk ke dalam kantor mereka,” ujar Raffi.

Ia mengaku tidak mengenal pemilik PT Blueray Cargo, John Field, dan menyebut percakapan yang terjadi saat itu hanya sebatas basa-basi.

Dalam percakapan tersebut, pihak Blueray disebut menawarkan layanan pengiriman barang dan sempat menyinggung kemungkinan mengirim ponsel atau perangkat elektronik lain ke Indonesia.

Baca juga :   Empat Penjabat Kepala Daerah di Sumsel Habis Masa Jabatan, Sekda Menjadi Plh

“Saya tidak pernah menerima barang, tidak membeli, dan tidak menggunakan jasa pengiriman mereka. Pembicaraan itu hanya basa-basi dan setelah itu kami pergi,” tegas Raffi. (vid)

KPK Prabowo Subianto Raffi Ahmad Utusan khusus presiden
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMendikdasmen Sebut Mayoritas Penerima Makan Bergizi Gratis Ingin Program Dilanjutkan
Next Article Sidang Kasus Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi Didakwa Terima Uang Rp10,7 Miliar
alwi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,871 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,744 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,717 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?