RELUNG.ID – Satreskrim Polrestabes Palembang langsung melakukan penyelidikan terhadap dua peristiwa peluru nyasar yang terjadi di kawasan Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, beberapa hari yang lalu.
Dari hasil penyelidikan polisi, diduga peluru nyasar tersebut terindikasi berasal dari lapangan tembak Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. Hal ini dikatakan oleh Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono.
“Setelah kami identifikasi, dimungkinkan anak peluru tersebut menyasar dari arah Jakabaring, tepatnya lapangan tembak JSC,” kata Harryo didampingi Kasat Reskrim AKBP Andrie Setiawan saat saat diwawancarai awak media, Sabtu (24/5) siang.
Setelah ditelusuri, kata Harryo, diduga peluru tersebut berasal dari lapangan tembak JSC yang sedang digunakan para atlet menembak Kota Palembang. Menurutnya, para atlet tersebut sedang berlatih untuk lomba menembak jarak jauh dengan laras panjang.
“Beberapa hari terakhir ini, di lapangan tembak JSC ada latihan untuk (menembak) jarak jauh dengan laras panjang oleh atlet menembak Kota Palembang. Ternyata ada pagelaran lomba individu untuk senjata jenis buru dalam waktu dekat,” jelasnya.
“Setelah kami lakukan peninjauan TKP (lapangan tembak), terdapat fasilitas yang kurang lazim. Pada akhirnya, kami menduga sumber (perluru nasar) adalah dari tempat tersebut,” tambah Harryo.
Diketahui peristiwa pertama terjadi di Jalan Ahmad Yani, Lorong Banten VI, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II dan menyebabkan seorang sopir pikap terluka di bagian kaki. Sedangkan, peluru kedua mengenai mobil NA (26) di Lorong Pertahanan di kelurahan yang sama. Keduanya terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.
“Setelah kami lakukan identifikasi, ternyata proyektil yang ditemukan (di kedua TKP) sama, baik warna maupun jenisnya. Jenis proyektil ini lebih sering digunakan untuk jenis senjata berburu, bukan senjata organik,” ujar Harryo.
Meski belum dapat memastikan penyebabnya, Harryo mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi adanya kemiripan proyektil baik yang telah diamankan sebagai barang bukti maupun di JSC. Dia pun telah berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai peristiwa tersebut.
“Kami telah berkoordinasi baik dengan pengelola JSC, Ketua Perbakin Palembang, dan panitia penyelenggara untuk kiranya kegiatan lomba dihentikan atau ditunda sampai situasi dan kondisi lapangan aman. Alhamdulillah mereka bersedia,” ujarnya.
Selain itu, Harryo akan berkoordinasi terkait perawatan medis korban Ari Kenedi (30) yang harus rawat jalan akibat terkena peluru di bagian kaki.
“Korban akan diberi bantuan. Belum ada pembicaraan, namun akan kami koordinasikan agar kiranya menjadi atensi pihak terkait,” tutupnya. (DNP)

