Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Standar Industri di Dapur Silaberanti: Dari Higienitas hingga Distribusi Tepat Waktu
Regional

Standar Industri di Dapur Silaberanti: Dari Higienitas hingga Distribusi Tepat Waktu

alwiBy alwi03/11/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Dapur SPPG Silaberanti. (Denny Pratama/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Pukul satu dini hari di Silaberanti, Jakabaring, Palembang. Sementara sebagian besar kota masih terlelap, dapur besar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) justru baru saja hidup.

Suara spatula beradu dengan wajan, desis minyak panas, dan aroma ayam kecap yang menguar di udara bercampur wangi kukusan nasi putih.

Baca juga :   Tembus 96 Persen, Wajib Pajak di Empat Lawang Diklaim Semakin Taat

Di tengah riuh rendah itu, Dwi Ruliani berdiri tegap di depan meja panjang penuh timbangan, sayur, dan catatan kecil. Seragam birunya tampak rapi, celemek hijau muda melingkari pinggang.

Sejak awal dapur ini berdiri, ia sudah menjadi bagian dari denyutnya seorang ahli gizi yang menjaga agar setiap porsi bukan sekadar lezat, tapi juga bernutrisi.

“Setiap bahan datang, kami kontrol satu-satu. Setelah dimasak, diuji dulu rasanya sebelum dibagikan,” ujar Dwi sambil tersenyum. “Kerjanya memang dari sore sampai dini hari. Tapi karena lingkungannya positif, kita tetap semangat.” tambahnya.

Baca juga :   Ditarget Selesai Desember, GOR Megang Bakal Beroperasi Tahun Ini

Bagi Dwi, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya pekerjaan. Ia menyebutnya ‘ibadah sosial’ misi kecil untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan bahagia. “Kami di sini bekerja dengan hati. Rasanya seperti keluarga besar yang punya tujuan sama,” katanya.

SPPG Silaberanti memang beroperasi seperti dapur industri. Tiga shift bergantian tanpa henti: pagi, sore, dan malam. Lenny Agusmayanti, sang koordinator dapur, mengatur ritme seperti seorang dirigen orkestra.

“Shift pagi pemorsian dan distribusi, sore persiapan bahan, malam masak. Kalau untuk sekolah siang, masaknya subuh supaya fresh,” ujarnya sambil memeriksa daftar pengiriman di tangannya.

Baca juga :   Rencana Penambangan PT TBBE Ditentang Warga Gunung Megang Dalam, Kerusakan Lingkungan Jadi Alasan Utama

Bahan-bahan datang dari pemasok mitra: ayam segar, sayuran hijau, buah musiman. Tak ada yang disimpan lama. “Begitu datang, langsung diolah malam itu juga,” kata Lenny.

Kedisiplinan dan kebersihan menjadi aturan utama. Setiap relawan wajib memakai masker, celemek, penutup kepala, bahkan ponsel dilarang dibawa ke ruang masak. “Kami menjaga agar tak ada risiko kontaminasi. Karena yang kami tangani bukan sekadar makanan, tapi nutrisi untuk masa depan anak-anak,” tegasnya.

Setelah masakan matang, belum boleh langsung dikemas. Ada fase “pendinginan” di ruang ber-AC agar nasi tidak lembab. “Kalau panas langsung dikemas, nanti basi. Jadi didinginkan dulu, baru diporsikan,” jelasnya.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca Hari Ini, Palembang Bakal Diguyur Hujan Deras

Menurut Egi Bepa Prandika, Kepala SPPG Silaberanti, dapur ini dibangun dengan standar tinggi. “Ada sekitar 25 sampai 27 ruangan. Semua punya fungsi masing-masing, mulai dari penyimpanan bahan, dapur utama, ruang pengepakan, ruang pendingin, sampai mushola,” paparnya.

Setiap detail dipikirkan: lantai epoksi antiselip, air bersih dengan filter, sistem ventilasi dan blower yang optimal, hingga instalasi pengolahan limbah cair (IPAL) sendiri. “Material bangunan sesuai standar BGN, jadi benar-benar aman dan higienis,” tambahnya.

Ruang pemasakan dan pemorsian menjadi titik paling vital. Dua area itu, kata Egi, dibersihkan berkali-kali dalam sehari oleh petugas khusus. “Karena dapur ini beroperasi hampir 24 jam, kami tak boleh lengah.” tegasnya.

Baca juga :   Peringati Harla, Abi Group Open Donasi untuk Bencana Sumatera

Begitu fajar merekah, giliran Rendi Pratama, petugas distribusi, mengambil alih. Dengan rompi oranye dan senyum ramah, ia memuat ribuan ompreng ke dalam mobil boks bertuliskan SPPG Polri.

“Tiga sekolah jadi tujuan pagi ini, SMPN 15 Palembang, SMP NU, dan SMA NU,” katanya. “Jaraknya sekitar 15 menit, tapi kami harus pastikan makanan tetap aman dan hangat.” tambahnya.

Mobil boks itu kedap udara, menjaga makanan dari panas, debu, dan hujan. “Kadang hujan deras itu tantangan. Tapi sejauh ini, alhamdulillah, tak pernah telat.” terangnya.

Baca juga :   Pria di Lubuklinggau Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya

Di SMPN 15 Palembang, sambutan siswa selalu hangat. Mutamar, guru agama di sekolah tersebut, tersenyum saat mengenang hari pertama program MBG berjalan pada 13 Oktober 2025.

“Anak-anak bahkan sudah senang sejak pengumuman. Sekarang tiap pagi mereka menunggu mobil pengantar datang,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Salah satu siswa, Khairinnisa Pelia, Ketua OSIS kelas 8.8, mengaku punya menu favorit.

“Ayam kecap! Enak banget,” serunya. “Aku baru tahu yang masak itu dari kepolisian. Bangga, ternyata polisi nggak cuma jaga keamanan, tapi juga peduli sama kami.” terangnya.

Baca juga :   Dituding Sudah Tak Laku, Vicky Nitinegoro: Gue Bodo Amat

Program SPPG Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari ini memang bukan sekadar dapur umum. Ia adalah wujud konkret dari kepedulian negar, bahwa hak gizi anak bukan barang mewah, melainkan kebutuhan dasar.

Dari Silaberanti, setiap ompreng yang diantar bukan hanya berisi nasi, lauk, dan sayur. Di dalamnya tersimpan doa, semangat gotong royong, dan cita rasa kasih sayang yang mengalir dari dapur kecil menuju masa depan bangsa. (DNP)

Dapur Polri Dapur Silaberanti SPPG Polri
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDisdik Palembang Belum Temukan Dugaan Kekerasan yang Dialami Bocah di Sekolah
Next Article Viral Mata Siswi Merah dan Lebam, Kepsek SDN 150 Palembang Siap Ikuti Proses Hukum
alwi

Related Posts

Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20262 Views
Regional

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/20262 Views
Regional

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,928 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,800 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,773 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?