Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Sumsel Dihantam 101 Bencana dalam 7 Bulan, Ogan Ilir Jadi Daerah Paling Terdampak
Regional

Sumsel Dihantam 101 Bencana dalam 7 Bulan, Ogan Ilir Jadi Daerah Paling Terdampak

ADMINBy ADMIN02/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kondisi banjir di OKU Timur. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Sumatera Selatan diterpa 101 kejadian bencana sepanjang 1 Januari hingga 30 Juli 2026. Bencana hidrometeorologi masih mendominasi dengan banjir dan angin kencang menjadi ancaman terbesar, sementara Kabupaten Ogan Ilir tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat, dari total 101 kejadian bencana, banjir dan angin kencang masing-masing terjadi sebanyak 33 kali. Selain itu, terdapat 17 kejadian tanah longsor, 12 kebakaran permukiman, empat banjir bandang, dan dua kejadian angin puting beliung.

Baca juga :   Dua Pejalan Kaki Ditabrak Mobil di Palembang, Polisi Sebut Korban Pasutri

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, Iqbal Alisyahbana, mengatakan tingginya angka kejadian menunjukkan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi masih menjadi tantangan utama di Sumatera Selatan.

“Data yang kami himpun menunjukkan bencana hidrometeorologi masih mendominasi di Sumatera Selatan. Karena itu, kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat harus terus ditingkatkan,” ujar Iqbal, Sabtu (1/8/2026).

Dari sisi sebaran wilayah, Kabupaten Ogan Ilir menjadi daerah paling terdampak dengan 19 kejadian bencana. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten OKU Selatan dengan 12 kejadian, disusul Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Muara Enim yang masing-masing mencatat 10 kejadian, serta Kota Prabumulih dengan sembilan kejadian.

Baca juga :   Jaga Kesehatan Personel dan Pemudik, Urkes Polrestabes Palembang Kerahkan Tim Medis di Pos Pelayanan

Sementara itu, Kabupaten OKU mengalami tujuh kejadian, Banyuasin enam kejadian, PALI lima kejadian, Musi Rawas dan Kota Pagar Alam masing-masing empat kejadian. Adapun Kota Palembang, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Empat Lawang masing-masing mencatat tiga kejadian bencana.

Tak hanya frekuensi yang tinggi, dampak bencana juga sangat besar. BPBD mencatat sebanyak 43.770 unit rumah terendam banjir. Selain itu, 125 rumah mengalami kerusakan berat, 66 rumah rusak sedang, dan 39 rumah rusak ringan.

Sektor pertanian juga ikut terpukul. Sedikitnya 4.910 hektare sawah dan 1.395 hektare lahan perkebunan mengalami kerusakan akibat bencana yang melanda berbagai daerah.

Baca juga :   Antisipasi TPA Sukawinatan Kembali Terbakar, BPBD Sumsel Lakukan Pembasahan Lahan

Di sektor kemanusiaan, sebanyak 43.747 kepala keluarga (KK) terdampak langsung, sementara 607 KK harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. BPBD juga mencatat adanya korban jiwa akibat sejumlah peristiwa bencana selama periode tersebut, meski rincian jumlah korban tidak dijelaskan.

Memasuki puncak musim kemarau, Iqbal mengingatkan pola ancaman bencana mulai bergeser dari banjir menuju kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memiliki kawasan gambut.

“Seluruh pemerintah kabupaten dan kota diminta tetap siaga menghadapi potensi bencana yang dapat berubah mengikuti kondisi cuaca. BPBD terus memperkuat koordinasi lintas instansi, memperbarui informasi kebencanaan, serta mengedukasi masyarakat agar lebih siap menghadapi berbagai risiko bencana,” tegasnya. (THQ)

Bencana Sumsel BPBD Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKapolsek Rawas Ulu Sosialisasikan Maklumat Karhutla, Warga Diingatkan Ancaman Pidana 15 Tahun
Next Article Gempur Potensi Karhutla dari Udara, Sumsel Tuntaskan 12 Hari Operasi Semai Garam
ADMIN

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,867 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,742 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,715 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?