RELUNG.ID– Video yang memperlihatkan seorang bayi lahir dengan kondisi kedua kaki menyatu hingga menyerupai ekor putri duyung viral di media sosial. Bayi tersebut diketahui merupakan anak dari pasangan Wendri dan Susi, warga Desa Kuala Dua Belas, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Kepala Desa Kuala Dua Belas, Doris Putra, membenarkan bahwa pasangan suami istri tersebut merupakan warganya. Namun, proses persalinan dilakukan di Bangka Belitung karena sang ibu memilih melahirkan di kampung halamannya.
“Iya benar, orang tuanya warga kami. Bayinya lahir minggu lalu di Bangka Belitung karena ibunya memilih pulang ke rumah orang tuanya untuk melahirkan di sana,” kata Doris saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).
Menurut Doris, bayi tersebut lahir pada Kamis (23/7/2026). Selama ini, Wendri dan Susi berdomisili di Desa Kuala Dua Belas, sedangkan keluarga dari pihak istri berada di Bangka Belitung.
“Orang tuanya pulang ke Bangka karena keluarga dari pihak istri berada di sana. Jadi proses persalinannya dilakukan di Bangka,” ujarnya.
Doris menjelaskan, bayi tersebut merupakan anak ketiga pasangan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, bayi sempat menangis sesaat setelah dilahirkan, namun hanya mampu bertahan hidup selama beberapa menit.
“Informasi yang kami terima, bayi sempat menangis setelah lahir. Tidak lama kemudian meninggal dunia. Jenazahnya dimakamkan di Bangka Belitung,” ungkapnya.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan bayi lahir dengan kondisi kedua tungkai menyatu, menyerupai ekor putri duyung. Kelainan bawaan yang sangat langka tersebut juga disebut membuat jenis kelamin bayi belum dapat dipastikan.
Hingga kini, kedua orang tua bayi masih berada di Bangka Belitung dan belum kembali ke Kabupaten OKI.
“Belum ada informasi kapan mereka pulang. Yang kami ketahui, bayinya sudah dimakamkan di Bangka,” kata Doris.
Kelainan bawaan dengan kedua kaki menyatu seperti yang terlihat pada video dikenal dalam dunia medis sebagai sirenomelia atau mermaid syndrome. Kondisi ini merupakan kelainan kongenital yang sangat langka dan umumnya disertai gangguan pada organ vital, sehingga sebagian besar bayi dengan kondisi tersebut memiliki peluang hidup yang sangat rendah.[YKP]

