RELUNG.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih berada dalam periode musim hujan. Meski curah hujan mulai menunjukkan penurunan intensitas, Sumsel belum memasuki masa peralihan atau pancaroba menuju musim kemarau.
“Sumsel belum memasuki musim pancaroba, saat ini masih dalam periode musim hujan. Pancaroba diperkirakan baru akan terjadi pada akhir April hingga Mei mendatang,” ungkap Pejabat Ahli Madya BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani, Senin (10/2/2025).
Menurut Sinta, meskipun curah hujan cenderung menurun di sejumlah wilayah, potensi hujan masih tetap ada. Penurunan ini disebabkan oleh faktor dinamika atmosfer yang kurang aktif di wilayah Sumsel, sehingga menghambat pertumbuhan awan hujan yang signifikan.
“Saat ini, dinamika atmosfer tidak begitu aktif, sehingga pertumbuhan awan berkurang. Itulah yang membuat intensitas hujan lebih ringan hingga sedang di beberapa wilayah, bahkan bersifat lokal,” jelasnya.
Kondisi ini juga menjadi alasan mengapa cuaca di beberapa daerah di Sumsel terasa lebih panas dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Karena tutupan awan berkurang, maka sinar matahari lebih mudah mencapai permukaan, menyebabkan suhu udara terasa lebih panas,” tambah Sinta.
Meski begitu, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lokal dalam beberapa hari ke depan.
“Potensi hujan masih ada, meskipun hanya ringan hingga sedang. Untuk potensi cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan masih terpantau minim, namun BMKG akan terus memantau perkembangan kondisi atmosfer,” ujarnya.
Sinta juga mengingatkan bahwa perubahan cuaca dapat terjadi secara tiba-tiba. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan informasi prakiraan cuaca terkini dari BMKG guna mengantisipasi potensi perubahan cuaca ekstrem di masa mendatang.
“Dinamika atmosfer sangat fluktuatif. Meski saat ini minim potensi ekstrem, ke depannya tetap ada kemungkinan perubahan. Kami akan terus memperbarui informasi cuaca secara berkala,” tutupnya.
Dengan prediksi pancaroba yang akan dimulai pada akhir April, masyarakat di Sumsel diharapkan tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca, terutama saat terjadi pergeseran musim yang sering kali disertai angin kencang, hujan deras singkat, hingga petir.[THQ]

