RELUNG.ID – Kementrian Agama (Kemenag) memastikan biaya haji untuk 2025 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
Kepastian tersebut didapatkan setelah melakukan rapat koordinasi antara Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Wamenag Muhammad Syafi’i serta Mensesneg Prasetyo Hadi dan Pimpinan DPR Sufmi Dasco Ahmad di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (27/12).
“Ini merupakan tindaklanjut komitmen pemerintah sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto,” kata Menag, Nasaruddin Umar.
Meski memastikan biaya haji turun. Namun, dia belum dapat memutuskan penurunan besaran biaya haji 2025. Karena akan dibahas kembali dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR.
Dia menambahkan, untuk skema usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1446 H/2025 M sedang dilakukan revisi sesuai dengan arahan Presiden untuk menurunkan biaya tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
“Hasil revisi akan disampaikan kepada Komisi VIII DPR RI untuk dibahas dalam Panitia Kerja. Sedangkan, Panja Haji akan dibentuk pada 30 Desember nanti,” terangnya.
Menurutnya, penurunan biaya haji 2025 ini akan diupayakan dari komponen penerbangan, akomodasi, konsumsi, transportasi, sebagai komponen utama biaya haji.
Biaya penerbangan, misalnya, merupakan komponen tertinggi. Persentasenya rata-rata 35-40 persen dari biaya haji. Biaya-biaya lain juga akan dilakukan rasionalisasi, sehingga diperoleh angka biaya haji yang ideal.
“Outputnya adalah meningkatkan pelayanan, pembinaan, dan perlindungan bagi jemaah haji dengan biaya yang lebih efisien. Kami sedang mencoba menyisir kembali berdasarkan manajemen biaya yang lebih baik,” tegasnya.
Guna keperluan kontrak di Armuzna yang harus segera diselesaikan, Kementerian Agama akan meminta persetujuan DPR perihal penggunaan Uang Muka BPIH untuk mendukung kelancaran persiapan penyelenggaraan ibadah haji.
“Kontrak di Armuzna sesuai dengan kebijakan Pemerintah Arab Saudi harus segera untuk dituntaskan, karena jika tidak, kita akan kalah cepat dengan negara lain. Tentunya hal itu tidak kami inginkan,” pungkasnya. (YIP)

