Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Tak Ada Alasan Kurangi Pemadaman, Herman Deru Tegaskan Anggaran Karhutla Sumsel Unlimited
Regional

Tak Ada Alasan Kurangi Pemadaman, Herman Deru Tegaskan Anggaran Karhutla Sumsel Unlimited

alwiBy alwi13/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Karhutla di OKI. Foto : Manggala Agni
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi tidak akan menjadi alasan untuk mengurangi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bahkan menegaskan, pemerintah akan mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk menghadapi karhutla yang semakin meluas memasuki puncak musim kemarau.
“Kalau untuk penanganan karhutla, kita unlimited,” tegas Herman Deru saat ditemui di DPRD Sumsel, Kamis (13/8/2026).

Baca juga :   Puluhan Karyawan Laporkan Perlakuan Zalim Kepala Puskesmas Sabo Kingking Palembang yang Larang Hamil

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ancaman karhutla dan kabut asap di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Pemerintah daerah bersama berbagai unsur kini memperkuat penanganan agar kebakaran tidak semakin meluas.

Deru mengatakan pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota serta Kementerian Kehutanan. Penanganan dilakukan bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur di lapangan.

“Soal karhutla, asap kan sudah mulai pekat masuk beberapa wilayah. Kita juga tidak berhenti, baik melibatkan pemerintah kabupaten/kota maupun Kementerian Kehutanan,” katanya.

Baca juga :   Terkendala Kondisi Lapangan dan Peralatan, Satu Hektar Lahan di Belalau Lubuklinggau Terbakar

Menurut Deru, prinsip utama pemerintah saat ini adalah memastikan api dapat segera ditangani tanpa menjadikan persoalan anggaran sebagai hambatan.

Karhutla sendiri mengalami peningkatan seiring kondisi kemarau yang semakin kering. Sejumlah lahan yang sebelumnya masih memiliki genangan, endapan air maupun lumpur basah mulai kehilangan kelembapannya.

“Sekarang kita sadari saat ini kering. El Nino ini kemaraunya adalah kemarau kering. Yang biasanya terdapat endapan, genangan, lumpur basah, saat ini sudah mulai mengering,” jelasnya.

Baca juga :   Herman Deru Beri Pesan Singkat ke Menkeu Baru: Pikirkan Daerah

Selain pemadaman langsung di lapangan, pemerintah juga mengandalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu mendatangkan hujan.

Namun, upaya tersebut tidak dapat dilakukan setiap saat. Teknologi modifikasi cuaca bergantung pada keberadaan awan yang memiliki kandungan air cukup untuk disemai.

“Persoalannya, teknologi ini mengandalkan sumber air. Artinya, awan itu tidak semuanya ada kandungan air. Ketika ada awan yang memiliki kandungan air, tentu Satgas akan melaporkan untuk dapat dilakukan tindakan,” ujar Deru.

Baca juga :   Gandeng Taspen, Pemprov Sumsel Bakal Beri Pensiunan untuk PPPK

Deru mengakui pelaksanaan OMC membutuhkan biaya besar. Karena itu, pelaksanaannya harus mempertimbangkan keberadaan awan dan peluang keberhasilan untuk menghasilkan hujan.

Di tengah kondisi tersebut, ia mengajak masyarakat ikut melakukan ikhtiar agar hujan segera turun. Deru juga berharap pemerintah kabupaten dan kota dapat melaksanakan salat istisqa sebagai bentuk doa meminta hujan.

Menurut Deru, tantangan penanganan karhutla tidak hanya terletak pada kondisi lahan yang semakin kering, tetapi juga waktu munculnya kebakaran yang sulit diprediksi.

Baca juga :   Masuki Puncak Kemarau, Kapolda Sumsel Intruksikan Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla

Api dapat muncul kapan saja, termasuk pada malam hari. Petugas kemudian bergerak setelah menerima informasi dari sistem pemantauan yang dimiliki pemerintah maupun aparat.

“Kadang datangnya tengah malam. Baru bisa dikerjakan setelah kita mendapat informasi dari aplikasi yang kita miliki,” katanya.

Karena itu, penanganan tidak mungkin dilakukan oleh satu instansi saja. Pemerintah mengerahkan masyarakat, TNI, Polri, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota hingga pemerintah pusat.

Baca juga :   Bupati OKU Timur Lepas 363 Jemaah Haji Kloter Pertama, Tertua Berusia 93 Tahun



Deru menegaskan kolaborasi tersebut diperlukan agar api dapat segera dipadamkan sebelum meluas dan menghasilkan asap yang mengganggu masyarakat.

Namun, di balik seluruh upaya pemadaman, Deru menyebut kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Yang paling penting adalah kesehatan. Itu yang paling penting dulu,” tegasnya.

Baca juga :   Distribusi PDAM Terhenti, Warga Lubuklinggau Terpaksa Mandikan Jenazah Pakai Air Tangki Damkar

Ia tidak ingin masyarakat, terutama anak-anak, terpapar asap ketika kualitas udara sudah masuk kategori yang membahayakan.

“Kita tidak mau anak-anak atau kita semua ini terpapar akibat ISPU yang tidak sehat. Tapi selama ini masih di ambang batas yang bisa ditoleransi,” ujarnya.

Jika kualitas udara terus memburuk dan ISPU melewati ambang yang dapat ditoleransi, pemerintah tidak menutup kemungkinan mengambil langkah pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan sekolah maupun perkantoran.

Baca juga :   Hotspot Sumsel Meningkat, OKI Tetap Jadi Penyumbang Terbesar

“Kalau ISPU-nya sudah tidak bisa ditoleransi, tentu kita ambil kebijakan,” tutupnya. (THQ)

Gubernur Sumsel Herman Deru ISPU Karhutla
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleJelang HUT ke-81 RI, Pemkab Empat Lawang Tertibkan PKL di Trotoar dan Badan Jalan
Next Article Tanggulangi Bencana di Wilayah Perbatasan, Muba dan Muaro Jambi Teken Kerjasama
alwi

Related Posts

Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20260 Views
Regional

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/20264 Views
Regional

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/20267 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,951 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,820 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,793 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?