RELUNG.ID – Jembatan P6 Sungai Lalan yang ambruk akibat ditabrak tongkang batu bara pada Agustus 2024, hingga kini pembangunannya tak kunjung selesai.
Hal ini menjadi sorotan anggota DPRD Sumsel dari Dapil IX (Muba), M Hasan Haikal. Mengingat, jembatan tersebut sangat vital untuk akses warga di Muba.
Dia mengatakan, sebelumnya pembangunan jembatan tersebut sempat dijanjikan selesai pada Desember 2025 oleh asosiasi angkutan batu bara dan pihak perusahaan terkait.
Namun, kenyataannya di lapangan, proyek pembangunan ini terhenti dan tidak ada kejelasan kapan akan kembali dilanjutkan.
“Ini sudah lebih dari setahun sejak kejadian, tapi hingga kini belum menunjukkan progres di lapangan lantaran berhenti,” kata Politisi PKN ini, Selasa (21/10/2025).
Dia mengaku, DPRD Muba juga telah melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR Muba dan telah disampaikan kepada Pemprov Sumsel untuk ditindaklanjuti.
Karena, jika pembangunan ini tidak ada kelanjutan maka warga setempat berencana ingin memblokade sungai tersebut agar angkutan batu bara tidak bisa melintas.
“Ini karena masyarakat Lalan sudah setahun lebih menderita, terkait jembatan ini roboh ,” singkatnya.
Untuk diketahui, ambruknya Jembatan Lalan ini terjadi pada 12 Agustus lalu usai ditabrak oleh tongkang bermuatan batubara, yang ditarik oleh Tb Modelin Spirit dan tongkang santana jaya cargo milik BSL (Bara Sentosa Lestari) dan di assist oleh tugboat Paris 22.
Kejadian ini tidak hanya merusak Jembatan Lalan, tetapi juga menyebabkan 5 korban jiwa akibat terjatuh dari jembatan tersebut. (DSK)

