RELUNG.ID – Pasar otomotif sempat dibuat heboh. Lantaran, tiga raksasa otomotif Jepang yaitu Honda, Mitsubishi dan Nissan berencana untuk melakukan merger.
Rencana tersebut telah tertulis dalam nota kesepahaman atau MoU. Namun, kini rencana tersebut harus dihentikan karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
Penghentian MoU ini pun dikonfirmasi langsung oleh Honda dan Nissan, Kamis kemarin (13/2).
Dikutip dari website resmi Nissan, dalam MoU tersebut menyarankan untuk penggabungan di bawah perusahaan induk yang baru. Namun, seiring perjalanannya menemui hambatan.
Pasalnya, Honda mengusulkan struktur yang berbeda. Alih-alih kemitraan yang setara, Honda justru ingin mengubah Nissan menjadi anak perusahaan melalui pertukaran saham.
“Dari hasil diskusi ini maka kedua perusahaan menyimpulkan bahwa untuk memprioritaskan kecepatan pengambilan keputusan dan pelaksanaan langkah-langkah manajemen dalam lingkungan pasar yang semakin tidak stabil menuju era elektrifikasi, akan sangat tepat untuk menghentikan diskusi dan mengakhiri MOU,” tulis Nissan.
Ke depannya, Nissan dan Honda akan berkolaborasi dalam kerangka kemitraan strategis yang ditujukan untuk era kecerdasan dan kendaraan listrik.
“Nissan akan berusaha untuk menciptakan nilai baru dan memaksimalkan nilai kedua perusahaan,” tutupnya.
Dikutip dari ArenaEV, gagalnya pembicaraan merger tidak akan berdampak pada kinerja keuangan kedua perusahaan.
Honda baru-baru ini melaporkan penurunan laba sebesar 7 persen untuk periode April hingga Desember, mencapai sekitar €5 miliar.
Sedangkan Nissan, perusahaan ini memproyeksikan kerugian bersih sebesar € 467 juta untuk tahun fiskal yang berakhir pada bulan Maret, sebuah penurunan yang signifikan dari keuntungan tahun sebelumnya sebesar sekitar € 2,43 miliar.
Gagalnya merger Honda dan Nissan ini membuat Mitsubishi Motors ikut sepakat untuk menghentikan MoU mengenai pertimbangan struktur untuk kolaborasi tripartit, sehubungan dengan pengakhiran MoU yang ditandatangani pada tanggal 23 Desember tahun lalu mengenai pertimbangan integrasi bisnis antara Nissan dan Honda.
“Kerangka kerja ini ditetapkan dengan MOU yang ditandatangani pada 1 Agustus tahun lalu, yang berusaha untuk menciptakan nilai baru dan memaksimalkan nilai perusahaan masing-masing perusahaan,” demikian tulisnya. (LWM)

