Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Otomotif»Terdampak Perang dengan Iran, Presiden AS Donald Trump Terapkan Aturan Biofuel Baru
Otomotif

Terdampak Perang dengan Iran, Presiden AS Donald Trump Terapkan Aturan Biofuel Baru

alwiBy alwi31/03/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Bendera AS dan Iran. Foto : Istock
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Ketegangan antara AS-Israel dengan Iran membuat Pemerintahan Presiden Donald Trump resmi menetapkan aturan baru terkait peningkatan penggunaan biofuel dalam campuran bensin dan solar nasional.

Kebijakan ini disambut positif oleh petani, meski demikian memunculkan kekhawatiran dari industri kilang minyak dan konsumen.

Baca juga :   Diberi Waktu 75 Hari untuk Divestasi, Donald Trump Sebut Microsoft Bakal Beli TikTok

Aturan tersebut difinalisasi oleh Environmental Protection Agency (EPA) melalui skema Kewajiban Volume Terbarukan atau Renewable Volume Obligations (RVO).

Dalam kebijakan terbaru ini, pencampuran diesel berbasis biomassa yang umumnya berasal dari minyak kedelai, lemak hewan, dan produk pertanian ditingkatkan lebih dari 60 persen.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan target baru penggunaan bahan bakar terbarukan untuk tahun 2026 dan 2027.

Baca juga :   TikTok Bakal Dihapus dari App Store dan PlayStore di AS

Total kewajiban pencampuran ditargetkan mencapai 26,81 miliar Renewable Identification Numbers (RIN) pada 2026 dan meningkat menjadi 27,02 miliar pada 2027.

Bagi sektor pertanian, kebijakan ini menjadi angin segar. Peningkatan kebutuhan biofuel diperkirakan akan mendorong permintaan jagung dan kedelai, yang selama beberapa tahun terakhir mengalami tekanan harga.

Menteri Pertanian Brooke Rollins menyebutkan bahwa kebijakan ini berpotensi meningkatkan pendapatan bersih petani hingga 3 hingga 4 miliar dolar AS.

Baca juga :   Iran Luncurkan Serangan Udara ke Israel, Begini Respon Rusia dan Amerika

Seiring ekspektasi pasar terhadap kebijakan tersebut, harga kedelai dilaporkan telah naik sekitar 11 persen sepanjang tahun ini.

Namun, tidak semua pihak menyambut positif kebijakan ini. Kelompok industri kilang minyak menilai peningkatan kuota biofuel akan menambah beban biaya operasional mereka, terutama di tengah kenaikan harga energi global akibat konflik geopolitik, termasuk ketegangan di kawasan Iran dan gangguan distribusi di Selat Hormuz.

Presiden American Fuel & Petrochemical Manufacturers, Chet Thompson, menyatakan bahwa kebijakan tersebut berpotensi memperburuk kondisi bagi konsumen.

Baca juga :   Iran Ancam Balas Serangan Israel yang Targetkan Fasilitas Militer di Teheran

Ia menilai biaya tambahan yang ditanggung kilang kemungkinan besar akan diteruskan kepada masyarakat dalam bentuk harga bahan bakar yang lebih tinggi di SPBU.

Di sisi lain, pemerintah juga kembali mendorong Kongres untuk mengizinkan penjualan bensin E15 sepanjang tahun. Bahan bakar ini mengandung 15 persen etanol, lebih tinggi dari standar sebelumnya sebesar 10 persen.

Pendukung kebijakan ini menilai E15 dapat membantu menekan harga bahan bakar sekaligus membuka pasar baru bagi petani jagung.

Baca juga :   Mengintip Gaji Presiden AS: Berapa Donald Trump Digaji?

Namun, para kritikus mengingatkan bahwa tidak semua kendaraan kompatibel dengan E15, dan industri penyulingan tetap menyatakan keberatan atas perluasan penggunaannya.

Secara keseluruhan, kebijakan ini menjadi kemenangan bagi petani dan produsen biofuel. Meski demikian, dampaknya terhadap industri kilang dan harga bahan bakar bagi konsumen masih menjadi tanda tanya ke depan. (LWM)

Biofuel Donald Trump Iran Presiden AS
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous Article14 Warga Palembang Jadi Korban TPPO di Kamboja, Polda Sumsel Buru Agen Penyalur
Next Article Sidang Perdana Korupsi Kredit Macet BRI Rp922 Miliar, Empat Terdakwa Bakal Ajukan Eksepsi
alwi

Related Posts

Otomotif

Porsche Perkuat Kepemilikan Manthey Jadi 67 Persen, Siapkan Dua Model Edisi Khusus

09/10/20263 Views
Otomotif

Toyota dan Lexus Recall 617 Mobil Gara-Gara Masalah Steering Knuckle

06/10/20267 Views
Otomotif

Toyota Uji Ketangguhan Hilux BEV, Ditimpa Karavan dari Ketinggian 9 Meter

02/10/20267 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,908 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,780 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,753 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?