Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Pernyataan Prabowo soal Senjata Nuklir Iran Disorot, Pengamat Desak Istana Beri Penjelasan
Politik

Pernyataan Prabowo soal Senjata Nuklir Iran Disorot, Pengamat Desak Istana Beri Penjelasan

RiyadiBy Riyadi06/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Presiden Prabowo memberikan paparan dalam acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Lampung, Rabu (10/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID– Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut Iran telah memiliki senjata nuklir menuai sorotan. Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Yon Machmudi, menilai pernyataan tersebut menyangkut isu yang sangat sensitif sehingga perlu segera diberikan penjelasan resmi oleh pemerintah.

Menurut Yon, informasi yang berkaitan dengan dugaan kepemilikan senjata nuklir suatu negara seharusnya tidak disampaikan secara terbuka tanpa penjelasan yang memadai karena berpotensi menimbulkan spekulasi dan berdampak pada hubungan diplomatik.

“Harusnya informasi-informasi yang sensitif berkaitan terhadap suatu negara tidak disampaikan secara publik apa pun alasannya,” kata Yon dalam program On Focus yang diunggah di kanal YouTube Tribunnews, Rabu (5/8/2026).

Baca juga :   Prabowo Larang Sekolah Kerahkan Siswa Sambut Kunjungannya: Kasihan Mereka Berdiri di Panas

Ia menambahkan, penyampaian pernyataan tersebut secara terbuka dan disiarkan luas oleh media nasional berpotensi memunculkan beragam tafsir.

“Apalagi kemudian itu disampaikan secara live yang di-cover oleh media nasional karena itu akan menimbulkan spekulasi dan juga pro kontra,” ujarnya.

Yon menilai Iran berpotensi merasa keberatan atas pernyataan tersebut, mengingat hingga kini belum ada pengakuan resmi bahwa negara tersebut memiliki senjata nuklir.

Baca juga :   Gantikan Gibran Pimpin Surakarta, Respati Achmad Jadi Wali Kota Termiskin di Jawa Tengah, Kekayaannya Rp2 Miliar

“Dan pasti kan, negara yang bersangkutan, yang disebut dalam hal ini Iran, merasa keberatan dengan statement itu,” katanya.

Guru Besar Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia itu menilai pemerintah perlu segera memberikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

Menurutnya, penjelasan resmi diperlukan untuk memperjelas apakah yang dimaksud Presiden Prabowo adalah senjata nuklir atau teknologi nuklir yang digunakan untuk tujuan damai.

Baca juga :   Puan Maharani Kunjungi Kampung Halaman Ayahnya di Muara Enim Setelah 15 Tahun

“Maka harus ada klarifikasi dari pemerintah atau juru bicara Istana untuk menjelaskan apa sebenarnya konteks yang dimaksud oleh Presiden agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.

Yon menambahkan, tidak tertutup kemungkinan pernyataan Presiden sebenarnya merujuk pada pengembangan teknologi nuklir untuk kepentingan sipil, bukan sebagai senjata.

“Bisa saja maksud dari Presiden bukan membenarkan bahwa Iran telah memiliki senjata nuklir, tetapi yang dimaksud nuklir dalam hal ini adalah tenaga nuklir yang digunakan untuk kepentingan damai atau potensi-potensi lain yang berkaitan dengan penggunaan nuklir sebagai senjata,” katanya.

Baca juga :   Prabowo Instruksikan Pengobatan 2.000 Warga Gaza di Pulau Galang: Bukan Evakuasi, Murni Misi Kemanusiaan

Ia menegaskan klarifikasi penting agar publik Indonesia, masyarakat internasional, maupun Pemerintah Iran memperoleh pemahaman yang sama mengenai konteks pernyataan Presiden.

Pernyataan yang menjadi sorotan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia beserta asosiasi pengusaha di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (31/7/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo membahas meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Baca juga :   Isu Penistaan Agama Seret Jusuf Kalla, Jubir Beri Klarifikasi

Saat itu, Prabowo mengatakan bahwa Iran disebut telah memiliki senjata nuklir dan kondisi tersebut dapat memicu negara-negara lain di kawasan untuk mengembangkan kemampuan serupa.

“Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir,” ujar Prabowo.

Ia kemudian menyebut kemungkinan negara-negara lain seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Mesir juga terdorong untuk memiliki senjata nuklir apabila situasi keamanan kawasan terus memburuk.

Baca juga :   Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran Nasional

Selain itu, Prabowo menilai konflik berkepanjangan di Timur Tengah tidak terlepas dari perebutan sumber daya alam seperti minyak, gas, dan mineral, serta menyinggung praktik divide et impera atau politik pecah belah yang menurutnya masih terjadi dalam dinamika geopolitik global.

Menanggapi pernyataan tersebut, Kedutaan Besar Iran di Indonesia memberikan klarifikasi melalui akun resmi media sosial X pada Minggu (2/8/2026).

Dalam pernyataannya, Kedubes Iran menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak memiliki niat untuk mengembangkannya.

Baca juga :   Profil Bonatua Silalahi, Akademisi yang Perlihatkan Salinan Ijazah Jokowi dari KPU

Kedubes Iran juga menyatakan program nuklir negaranya bertujuan damai, seperti untuk kepentingan energi, kesehatan, dan penelitian, serta dijalankan sesuai Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Selain itu, Iran menegaskan bahwa senjata pemusnah massal tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanannya dan mengacu pada fatwa Pemimpin Tertinggi Iran yang melarang pengembangan senjata nuklir.

Hingga kini, pemerintah Indonesia belum menyampaikan penjelasan resmi terkait konteks pernyataan Presiden Prabowo mengenai Iran dan senjata nuklir.[YKP]

Iran Istana Isu Nuklir Klarifikasi Prabowo
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBursa Calon Gubernur BI: Rekam Jejak Chatib Basri dan Muliaman Darmansyah Hadad
Next Article PDAM Tirta Musi Klaim Produksi Air Bersih Tetap Stabil di Tengah Kemarau Panjang
Riyadi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,872 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,744 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,717 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?