RELUNG.ID – Rumah seorang warga yang juga sekaligus tempat usaha di pinggir Jalan Jenderal Sudirman, RT 06, Kelurahan Lubuklinggau Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan ambruk disapu tanah longsor.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu, 22 Juli 2026 sekitar pukul 10.30 WIB tersebut.
Warga yang menempati rumah kontrakan tersebut sudah lebih dulu keluar dari rumah setelah mendengar suara retakan dinding.
“Lagi bongkar buah tadi, tiba-tiba dengar suara dinding retak di bagian belakang dan depan. Jadi langsung keluar,” kata Rustam yang menempati dan mengontrak rumah ambruk tersebut.
Diketahui, rumah tersebut berada di sekitaran aliran sungai (DAS). Sehingga kondisi itu diduga membuat tanah yang ada di bawah bangunan rumah bergerak. Ditambah lagi, kondisi curah hujan mulai tadi malam hingga pagi cukup tinggi.
“Saat kejadian didalam rumah ada tiga orang termasuk dengan saya, alhamdulillah tidak ada korban,” ujarnya.
Rustam mengaku, keretakan pada dinding rumah yang ditempatinya sudah terjadi sejak seminggu terakhir. Kondisi tertentu menurutnya, sudah ia laporkan ke Ketua RT dan Lurah.
“Parahnya sudah seminggu retak-retak dinding. Nah puncaknya tadi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sudah setahun mengontrak rumah yang ambruk tersebut. Disamping sebagai tempati tinggal, rumah itu juga sebagai tempat usaha berjualan buah.
“Jadi selain disini, jualannya juga di pasar,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penanggulangan Bencana Kota Lubuklinggau, Endy Eka Saputra menjelaskan, penyebab longsor diduga akibat hujan mulai tadi malam hingga pagi tadi. Sehingga menyebabkan tanah di bawah rumah tergerus.
“Ditambah lagi di bawahnya ada aliran air, jadi memang pondasi rumah ini menutup aliran air,” ungkapnya.
Selain itu, pergerakan tanah di bawah rumah tersebut kerap tergerus setiap kali hujan turun.
“Kami pernah bersama PU untuk mengecek ke bawah dan di bawah itu ternyata tanah sudah tergerus. Memang rumah ini masuk DAS,” timpalnya.
Endy mengaku, pihaknya saat ini telah melakukan evaluasi lebih dulu kepada pemilik rumah dan barang jualannya. Kemudian, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan PU. (NSR)

