RELUNG.ID – Sebuah video aksi sekelompok orang yang diduga penagih utang atau debt collector beredar dan viral di media sosial.
Aksi ini membuat geram publik lantaran, sikap intimidatif yang dilakukan para debt collector terhadap Lurah Gunung Kidul.
Dalam video pendek berdurasi 10 detik ini, terekam momen saat Lurah Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari, Sabiyo duduk di lantai di hadapan seseorang yang duduk di kursi dengan kaki diangkat bersila.
Kemudian dari arah samping datang seorang pria membawa ember berisi air dan langsung menyiram lurah tersebut.
Berdasarkan informasi, kejadian ini terjadi di wilayah Legundi, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Insiden itu diduga berkaitan dengan urusan pribadi antara kepala desa dan pihak penagih utang. Awalnya sang kepala desa terlilit sejumlah utang dan harus melakukan pembayaran.
Kemudian, lurah ini didatangi sekelompok orang yang memintanya untuk pergi ke perempatan Legundi di Kecamatan Panggang seorang diri. Di tempat tersebut, dia mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari penagih utang yakni disiram air. Kejadian ini pun terekam dan viral di media sosial.
Saat dikonfirmasi, Lurah Sabiyo menerangkan, kejadian ini terjadi pada waktu puasa. Sehingga, saat itu dia pun menahan emosi karena puasa.
Meski demikian, dia telah menyiapkan langkah hukum untuk melaporkan para pelaku ke Polres Gunung Kidul.
“Karena diviralkan dan banyak warga saya yang tahu,” singkatnya.
Sementara itu, Bupati Gunung Kidul, Endah Subekti Kuntari Ningsih meminta agar warga tidak tersulut emosi terkait viralnya video tersebut.
Dia juga meminta kepada lurah untuk menempuh jalur hukum.
“Hari ini kami klarifikasi akar persoalan. Kami pemerintah daerah akan melindungi hak-hak Pak Lurah,” ujarnya.
Menurutnya, kejadian ini juga akan dikaji apa saja yang menjadi pokok permasalahannya. Setelah itu baru akan tindak lanjuti dengan meminta perlindungan hukum ke Polres Gunungkidul.
“Kami akan runutkan dahulu untuk memudahkan pemeriksaan di polisi,” pungkasnya. (vid)

