RELUNG.ID – Kepolisian Daerah (Polda) di Indonesia kini dipimpin tiga orang termuda yang masih aktif menjabat.
Ketiga Kapolda ini baru memasuki usia awal 50-an, dengan dua di antaranya lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996.
Ketiga Kapolda termuda se Indonesia ini yaitu;
1. Irjen Pol Jhonny Edison Isir (49 Tahun)
Tanggal Lahir: 7 Juni 1975
Pangkat dan Jabatan: Inspektur Jenderal Polri, Kapolda Papua Barat (menjabat sejak 7 Desember 2023)
Almamater: Akpol 1996
Karier Singkat:
- Karojianstra Sops Polri
- Wakapolda Sulawesi Utara (2021)
- Kapolrestabes Surabaya (2020)
- Kapolrestabes Medan (2019)
- Ajudan Presiden Joko Widodo (2017)
Irjen Pol Jhonny Edison Isir tercatat sebagai Kapolda termuda saat ini. Berbekal pengalaman di berbagai kepolisian daerah dan lingkup Istana, ia dipercaya memimpin operasi keamanan di wilayah Papua Barat yang sarat tantangan.
2. Irjen Pol Ribut Hari Wibowo (50 Tahun)
Tanggal Lahir: 30 Juli 1974
Pangkat dan Jabatan: Inspektur Jenderal Polri, Kapolda Jawa Tengah (menjabat sejak 26 Juli 2024)
Almamater: Akpol 1996
Karier Singkat:
- Kabagmutjab Robinkar SSDM Polri (2020)
- Karobinkar SSDM Polri
- Dirreskrimum Polda Kalteng (2019)
Ribut Hari Wibowo membawa reputasi kuat di bidang reserse dan sumber daya manusia. Sejak ditunjuk menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah, ia memfokuskan upaya pada penegakan hukum dan modernisasi unit reserse di provinsi terpadat ketiga di Indonesia.
3. Brigjen Pol Alfred Papare (51 Tahun)
Tanggal Lahir: 6 April 1974
Pangkat dan Jabatan: Brigadir Jenderal Polri, Kapolda Papua Tengah (menjabat sejak 11 November 2024)
Almamater: Akpol 1995
Karier Singkat:
- Dirintelkam Polda Papua (2020)
- Irwasda Polda Papua
- Wakil Kapolda Papua Barat
Sebagai satu-satunya lulusan Akpol 1995 dalam daftar ini, Brigjen Pol Alfred Papare memiliki latar belakang intelijen yang kuat.
Pengalaman panjangnya di wilayah Papua menjadikannya pilihan tepat untuk menahkodai keamanan di provinsi hasil pemekaran tersebut.
Keberadaan tiga perwira bintang dua pada usia relatif muda ini mencerminkan upaya Polri membuka ruang bagi talenta baru.
Mereka dituntut tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menerapkan pendekatan profesional serta inovasi operasional terutama di wilayah rawan konflik dan kepadatan penduduk tinggi. (LWM)

