RELUNG.ID – Insiden tongkang batubara menabrak proyek pembangunan Jembatan Lalan kembali terjadi di perairan Sungai Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (13/5/2026).
Akibat kejadian tersebut, salah satu tiang pancang pembangunan Jembatan Lalan P6 roboh dan jatuh ke sungai.
Berdasarkan video yang beredar, tongkang Pasific Star 8703 yang bermuatan penuh batubara tampak melintas dengan pengawalan Marina 2241 yang diduga dioperasikan oleh PT BBS.
Saat melintas di area proyek pembangunan Jembatan Lalan, tongkang diduga kehilangan kendali ke arah kiri hingga menghantam satu tiang pancang. Benturan keras menyebabkan struktur tiang roboh dan jatuh ke dasar sungai.
Tak hanya itu, bagian buritan Tugboat Marina 2241 juga terlihat menyenggol tiang pancang lain yang telah dicor sehingga menyebabkan struktur bergetar.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Musi Banyuasin, Yusfarizal, membenarkan adanya insiden tersebut.
Menurutnya, pihak Dinas Perhubungan Muba segera memanggil pemilik kapal dan perusahaan batubara terkait untuk dimintai pertanggungjawaban atas kerusakan yang terjadi.
“Secepatnya akan kami panggil pihak-pihak terkait untuk bertanggung jawab dan melakukan pemulihan kondisi seperti semula,” ujarnya singkat.
Rentetan Insiden Tongkang di Jembatan Lalan
Peristiwa ini menambah panjang daftar kecelakaan tongkang batubara di kawasan Jembatan Lalan.
Sebelumnya, pada Agustus 2024, tongkang Santana Jaya yang dibantu Paris 22 menabrak Jembatan Lalan yang menghubungkan Desa Sukajadi dan Desa Galih Sari, Kecamatan Lalan.
Benturan tersebut menyebabkan jembatan ambruk ke sungai, mengakibatkan lima orang dilaporkan hilang dan enam lainnya mengalami luka ringan. Jalur sungai di bawah jembatan juga sempat ditutup sementara akibat puing-puing bangunan.
Tak lama setelah jalur dibuka kembali, insiden serupa kembali terjadi pada 14 September 2024. Saat itu, Marina 1621 bersama Marine Power 3039 yang membawa muatan batubara dan dibantu TB Sorrel, menyenggol tiang jembatan hingga menyebabkan bagian cor pondasi mengalami kerusakan.
Kemudian pada 22 Januari 2026, kapal TB Bojoma 3003 juga dilaporkan menyerempet tiang pancang Jembatan Lalan hingga roboh ke sungai. Insiden kembali terulang pada 15 Februari 2026 saat tongkang TB Titan 33/BG Nautica 22 menabrak tiang pancang proyek jembatan.
Pemprov Sumsel Pernah Ancam Tutup Jalur Tongkang
Berulangnya insiden tersebut sebelumnya telah memicu perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pada 30 Desember 2025, Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan akan menghentikan aktivitas tongkang batubara di alur Sungai Lalan mulai 1 Januari 2026 apabila komitmen pembiayaan pembangunan Jembatan P6 Lalan tidak dipenuhi.
Kesepakatan itu menyebutkan bahwa apabila hingga 31 Desember 2025 pendanaan pembangunan tidak terpenuhi atau pekerjaan tidak berjalan sesuai target, maka jalur Sungai Lalan akan ditutup dari aktivitas tongkang batu bara.
Polemik yang terus berulang akhirnya membuat Pemerintah Provinsi Sumsel mendesak KSOP Palembang untuk melakukan evaluasi dan pengetatan aturan pelayaran di kawasan Sungai Lalan demi melindungi infrastruktur strategis daerah tersebut.
Namun demikian, meski berbagai langkah evaluasi dan peringatan telah dilakukan, insiden tongkang batu bara menabrak proyek pembangunan Jembatan Lalan kembali terjadi hingga menyebabkan tiang pancang roboh ke sungai. (tim)

