Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Truk Istimewa Milik Keluarga Pejabat dalam Insiden Jembatan Muara Lawai: Debu, Jalan Rusak sampai Surat Fiktif
Regional

Truk Istimewa Milik Keluarga Pejabat dalam Insiden Jembatan Muara Lawai: Debu, Jalan Rusak sampai Surat Fiktif

alwiBy alwi08/07/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Jembatan Muara Lawai yang ambruk saat dilintasi truk angkutan batu bara. (ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Insiden ambruknya Jembatan Muara Lawai di Kabupaten Lahat terus menjadi sorotan publik.

Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, dalam kunjungannya ke lokasi kejadian, secara terbuka mempertanyakan kelengkapan surat izin jalan dari empat unit dump truk yang terjebak di reruntuhan jembatan tersebut.

“Perlu ditanya, mau ke mana ini? Yang ke Lampung, suratnya tidak ada,” tegas Cik Ujang dalam video yang beredar di akun TikTok resminya, @Cikujangmenyapa.

Keempat truk tersebut diketahui milik dua perusahaan transportir. Tiga unit merupakan milik PT Mega Rizky Jaya Sejahtera (MJRS), mengangkut batu bara dari PT Tri Mandiri Perkasa (TMP) Lahat menuju Lampung. Satu unit lainnya tercatat milik PT Tiga Putri Bersaudara (TPB), mengangkut batu bara dari PT Duta Bara Utama (DBU) Tanjung Enim dengan tujuan stockpile di Kabupaten PALI.

Baca juga :   KTT Putra Hulu Lematang Terkesan Salahkan Sistem Dirjen Minerba, Klaim Sudah Punya Izin Namun Tak Muncul di MODI

Nama terakhir, PT TPB, menjadi perhatian tersendiri karena disebut-sebut memiliki hubungan kekerabatan dengan Wakil Bupati Lahat, Widya Ningsih. Dugaan keterlibatan keluarga pejabat daerah dalam aktivitas angkutan batu bara tanpa izin resmi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah publik: Apakah angkutan ilegal ini dilindungi kekuasaan?

Dalam pernyataannya, Cik Ujang menegaskan bahwa solusi jangka panjang adalah pembangunan jalan khusus (hauling) bagi seluruh perusahaan tambang. Ia bahkan menyebut wacana pemanggilan terhadap seluruh perusahaan tambang oleh pemerintah provinsi untuk mengevaluasi kepatuhan mereka.

“Solusinya jalan khusus. Nanti seluruh perusahaan tambang akan kita panggil. Yang melintasi jalan umum wajib membangun flyover agar tidak mengganggu masyarakat,” ujarnya.

Isu ini kembali membuka luka lama soal lemahnya pengawasan dokumen angkutan batu bara. Cik Ujang menyebut dugaan kelengkapan dokumen fiktif yang mengingatkan pada kasus pemalsuan surat RKAB PT Putra Hulu Lematang (PHL), yang digunakan sebagai bumper angkutan batu bara ilegal ke Lampung.

Warga dan Aktivis Desak Penindakan

Lalu lintas angkutan batu bara di wilayah Lahat pun masih berlangsung padat. Pantauan pada Kamis (3/7/2025) pukul 23.00 WIB menunjukkan ratusan truk melintas dari arah Lahat menuju gerbang Servo, meski insiden jembatan ambruk baru saja terjadi.

Ketua Yayasan Anak Padi, Sahwan, menegaskan bahwa penyetopan angkutan seharusnya dilakukan menyeluruh di Kabupaten Lahat, bukan hanya di titik Jembatan Muara Lawai.

“Kerusakan jalan terjadi di banyak titik. Hampir semua perlintasan dari jalan hauling ke jalan umum rusak parah akibat kendaraan bertonase besar,” ujarnya.

Baca juga :   Polisi Imbau Warga Palembang Tak Gelar Takbir Keliling Secara Besar-besaran

Sahwan juga memperingatkan potensi ambruknya Jembatan Desa Kebur di Kecamatan Merapi Barat yang memiliki bentang panjang dan kondisi tua, serta kerap dilintasi truk batu bara.

“Insiden Muara Lawai seharusnya menjadi alarm keras untuk evaluasi menyeluruh infrastruktur Lahat. Kalau tidak dihentikan total, saya yakin akan ada jembatan lain yang menyusul ambruk,” katanya.

Laporan ke Polisi dan Gugatan Class Action

Pada pihak yang sama, Forum Masyarakat Peduli Lahat (FMPL) yang dipimpin aktivis Aprizal Muslim, juga telah melaporkan insiden ini ke Polres Lahat. Ia menduga telah terjadi pelanggaran terhadap Pergub Sumsel No. 74 Tahun 2018, yang secara tegas melarang penggunaan jalan umum oleh angkutan batu bara.

“Sudah jelas dilarang, tapi tetap melintas. Jembatan ambruk ini bukti nyata kerugian bagi rakyat,” tegasnya.

FMPL juga tengah merancang gugatan class action terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab. “Ini murni panggilan hati nurani kami,” imbuhnya.

Polda Sumsel Turun Tangan Ikut Lakukan Penyelidikan

Menanggapi laporan masyarakat, Polda Sumsel tengah menyelidiki dugaan tindak pidana dalam kasus ini. Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi menyatakan tim gabungan dari Polres Lahat, Ditlantas, dan Ditreskrimsus sedang melakukan investigasi.

Baca juga :   Produksi Batu Bara Sumsel Terancam Turun, Larangan Truk di Jalan Umum Jadi Pemicu Utama

“Kalau ditemukan unsur pidana, akan kami tindak tegas. Kita lihat juga soal pelanggaran ODOL (Over Dimension Over Loading),” ujarnya.

Di sisi lain, Anggota DPRD Sumsel Dapil VII, David Hadrianto Al Jufri, menyoroti keberadaan surat toleransi angkutan batu bara dari Dishub Sumsel tahun 2018 yang masih digunakan hingga kini.

“Surat itu bersifat sementara, tapi sampai 2025 masih dipakai. Kami mohon Gubernur segera mencabutnya,” tegas politisi Golkar tersebut. (KPB)

Batu bara Cik Ujang Jembatan Muara Lawai Wakil Bupati Lahat Wakil Gubernur Sumsel Widia Ningsih
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMantan Wali Kota Harnojoyo Susul Wakilnya Fitrianti Jadi Tersangka Korupsi, Lengkap Sudah Potret Buram Kepemimpinan Palembang
Next Article Dampak Tambang PT Triaryani: Jalan Rusak, Debu Mengancam, Warga Tuntut Penertiban
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,868 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,742 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,715 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?