RELUNG.ID- Dua warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, berinisial MY dan MOR diduga meninggalkan rombongan tur saat berwisata ke Korea Selatan.
Kabar tersebut viral setelah diunggah akun Instagram @empatlawangupdate_ pada Senin (5/10/2026).
Dalam unggahan itu disebutkan, MY dan MOR masuk ke Korea Selatan pada 17 September 2026 melalui HQ Semesta Travel dengan menggunakan visa group wisata Korea.
Owner HQ Semesta Travel, Rhaty, disebut telah mengenal kedua wanita tersebut sejak lama. Keduanya juga disebut berasal dari lingkungan dan kampung yang sama.
Namun, setelah batas waktu tinggal berakhir, MY dan MOR disebut belum kembali ke Indonesia sesuai jadwal perjalanan.
Menurut pihak travel, keduanya meninggalkan rombongan dan tidak kembali mengikuti rangkaian perjalanan yang telah ditentukan.
“Pihak travel tidak langsung membuka kasus ini ke publik karena masih memberikan kesempatan agar persoalan dapat diselesaikan secara baik-baik,” demikian bunyi unggahan tersebut yang dilihat pada Selasa (6/10/2026).
Rhaty mengaku selama menunggu itikad baik dari MY dan MOR, pihaknya memperoleh sejumlah keterangan dari orang-orang yang mengenal keduanya.
MY dan MOR disebut sempat bercerita akan pergi ke Korea Selatan untuk mengikuti beasiswa bahasa dan menggunakan visa kerja.
Namun, berdasarkan dokumen perjalanan HQ Semesta Travel, keduanya tercatat masuk Korea Selatan sebagai peserta tur menggunakan visa group wisata atau visa kunjungan jangka pendek.
Pihak travel menyebut persoalan tersebut juga berdampak terhadap pihak lain. Visa provider disebut mengalami suspension, sedangkan perjalanan peserta berikutnya ikut terdampak.
Kerugian perusahaan yang masih dalam proses pendokumentasian disebut telah mencapai ratusan juta rupiah.
Dalam unggahan tersebut, pihak travel menyatakan dugaan overstay dan penyalahgunaan perjalanan wisata bukan hanya persoalan pribadi.
Provider, peserta lain yang mengikuti prosedur dengan benar, hingga kepercayaan terhadap wisatawan Indonesia disebut dapat ikut terdampak.
Rhaty pun berharap persoalan tersebut tidak membuat MY dan MOR maupun keluarganya menjadi sasaran persekusi.
Sebagai sesama warga Empat Lawang, ia meminta keduanya kembali ke Indonesia dan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
“Saya tidak meminta siapa pun melakukan persekusi terhadap mereka atau pun keluarganya. Saya hanya meminta MY dan MOR pulang ke Indonesia dan bertanggung jawab atas dampak yang mereka tinggalkan,” tulis Rhaty.
Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi dari MY dan MOR serta pihak terkait lainnya masih diupayakan.[YKP]

