Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Usai Diguyur Hujan, Kualitas Udara Palembang Kembali Masuk Kategori Sedang
Regional

Usai Diguyur Hujan, Kualitas Udara Palembang Kembali Masuk Kategori Sedang

alwiBy alwi23/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kondisi Palembang yang diselimuti kabut asap. (Thoriq/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Hujan yang mengguyur Palembang dan sebagian besar wilayah Sumatera Selatan selama beberapa jam pada Selasa (22/9/2026) membawa perubahan signifikan terhadap kualitas udara.

Konsentrasi partikulat halus PM2.5 kini turun hingga berada di bawah ambang batas atas kategori sedang.

Baca juga :   Pemkab Muba Tegaskan Bukan Penyelenggara Liga Dangdut 2025

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengatakan konsentrasi PM2.5 tertinggi yang tercatat pada Rabu (23/9/2026) berada di angka 55,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada periode pukul 01.00–08.00 WIB.
Angka tersebut masih berada dalam kategori sedang, dengan batas atas 55,4 µg/m³. “Dampak hujan kemarin, kualitas udara menjadi membaik,” ujar Wandayantolis, Rabu (23/9/2026).

Perubahan kualitas udara tersebut terjadi setelah hujan mengguyur hampir merata di berbagai wilayah Sumsel. Hujan dinilai membantu membersihkan partikulat di udara sehingga konsentrasi PM2.5 di Palembang turun.

Menariknya, hujan yang terjadi pada Selasa bukan hanya dipengaruhi kondisi atmosfer secara alami. Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan pada pagi dan sore hari turut memperkuat pembentukan hujan.

“Hujan kemarin bersifat natural yang diperkuat juga oleh OMC,” katanya.

Baca juga :   Balita Dua Tahun Hanyut di Sungai Komering, Tim SAR Sisir Aliran Hingga 10 Km

Wandayantolis mengatakan hujan pada Selasa terjadi hampir di seluruh wilayah Sumsel. Namun, beberapa wilayah masih belum mendapatkan hujan, terutama bagian timur Musi Banyuasin dan Banyuasin.

Secara umum, hujan didominasi intensitas ringan hingga sedang dengan curah hujan sekitar 6–50 milimeter per hari. Sementara di sejumlah wilayah lainnya, hujan turun lebih deras dengan intensitas sekitar 51–100 milimeter per hari.

Meski hujan telah memberikan dampak terhadap kualitas udara, kondisi tersebut diperkirakan tidak berlangsung dengan intensitas yang sama dalam beberapa hari ke depan.

Menurut Wandayantolis, peluang hujan masih ada, tetapi cenderung menurun dibandingkan hujan yang terjadi pada Selasa.

Baca juga :   Bawa 7,2 Kilogram Ganja dari Empat Lawang ke Palembang, Kurir Narkoba Ditangkap di Pagar Alam

“Peluang hujannya berkurang. Namun, menurut prakiraan tim dari Stamet SMB II, ada peluang hujan ringan hari ini dan besok. OMC diharapkan bisa memperkuat potensi hujan tersebut,” jelasnya.

Karena itu, kondisi kualitas udara dan karhutla masih perlu dipantau. Penurunan PM2.5 setelah hujan menunjukkan bahwa perubahan cuaca dapat memberikan dampak langsung terhadap kondisi udara di Palembang.

Wandayantolis berharap hujan yang turun dapat membantu mengurangi titik kebakaran sekaligus mengatasi kekeringan lahan akibat kemarau panjang tahun ini.

“Di sisi lain, masyarakat tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca. Peningkatan intensitas hujan secara tiba-tiba tetap berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah,”kata dia. (THQ)

Hujan Kabut Asap Karhutla Kualitas udara Palembang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMiris, Kelas Jauh di Kampar Bertahun-tahun Belajar di Bangunan Berdinding Triplek
Next Article Gugatan Gibran di MK, Prabowo Bisa Diminta Ajukan Dua Nama Wapres ke MPR
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20267 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,911 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,783 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,756 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?