RELUNG.ID- Sebuah video yang memperlihatkan keberadaan sejumlah anggota TNI di area lahan garapan petani di Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, viral di media sosial dan memunculkan dugaan adanya intimidasi terhadap petani.
Video yang diunggah akun Instagram @bandung.banget itu memperlihatkan suasana saat para petani yang tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP) tengah berada di lokasi lahan yang mereka kelola, sementara sejumlah personel TNI tampak berada di area tersebut. Dalam rekaman, suasana terlihat tegang namun tetap terkendali.
SPP menyebut sekitar 30 personel TNI dari Koramil Cineam dan Kodim 0612/Tasikmalaya mendatangi lokasi pada Kamis (18/6/2026). Kehadiran aparat tersebut disebut berkaitan dengan permintaan agar petani meninggalkan lahan yang diklaim akan digunakan untuk kepentingan pertanian batalion.
Seorang perwakilan petani tampak menyampaikan penjelasan terkait dasar hukum pengelolaan lahan serta hak masyarakat yang selama ini menggarap area tersebut.
Lahan yang dipersoalkan diketahui memiliki luas sekitar 368 hektare dan merupakan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Wiria Cakra yang masa berlakunya telah berakhir sejak 2017. Sejak saat itu, petani mengklaim telah mengelola lahan tersebut untuk kebutuhan pertanian dan sumber penghidupan.
Peristiwa ini kemudian memicu perhatian publik setelah video tersebut menyebar luas dan menuai berbagai tanggapan di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, pihak TNI Angkatan Darat melalui Kepala Dinas Penerangan menyatakan tengah melakukan penelusuran untuk memastikan duduk perkara secara utuh.
Hingga kini, berbagai pihak masih menunggu kejelasan lebih lanjut terkait persoalan tersebut, dengan harapan adanya penyelesaian yang mengedepankan keadilan dan tidak merugikan masyarakat yang menggantungkan hidup dari lahan garapan itu.[YKP]

