RELUNG.ID – Perjalanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ke kawasan Dieng dan Wonosobo, Jawa Tengah, menuai kritik setelah videonya beredar luas di media sosial. Sorotan muncul karena kegiatan tersebut diduga menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sebesar Rp50 juta.
Dalam video yang beredar, rombongan terlihat mengunjungi sejumlah destinasi wisata, mulai dari Pintu Langit, Kawah Sikidang, hingga Telaga Menjer. Rombongan juga menyempatkan diri menikmati wisata kuliner di Kota Solo sebelum kembali ke Tulungagung.
Perjalanan itu memicu pertanyaan publik mengenai penggunaan anggaran daerah untuk kegiatan organisasi yang menjadi wadah istri para aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat daerah. Unggahan video tersebut kini telah dihapus dari akun resmi organisasi.
Menanggapi polemik itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kabupaten Tulungagung, Makrus Manan, menegaskan bahwa perjalanan tersebut bukan sekadar kegiatan wisata, melainkan studi referensi organisasi yang berlangsung selama tiga hari, pada 19–21 Oktober 2026. “Itu kegiatan studi referensi yang dilaksanakan pada 19–21 Oktober 2026 lalu,” ujar Makrus.
Menurut dia, anggaran Rp50 juta yang difasilitasi Bagian Kesra merupakan alokasi resmi untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia dan penguatan organisasi DWP Tulungagung. Makrus menjelaskan, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat hubungan dan kolaborasi ant organisasi DWP melalui pertukaran pengalaman serta referensi program kerja.
“Selain menjalin kolaborasi antara kedua DWP, studi referensi bertujuan mengembangkan dan menguatkan organisasi,” katanya.
Ia menambahkan, agenda utama rombongan berlangsung di Pendapa Kabupaten Wonosobo pada Rabu (21/10/2026). Dalam pertemuan itu, rombongan DWP Tulungagung diterima Penasihat DWP Wonosobo, Hafif Nur Hidayat.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk bertukar informasi mengenai program kerja dan pengembangan organisasi. Sementara kunjungan ke sejumlah objek wisata di kawasan Dieng dan wisata kuliner di Solo dilakukan di sela-sela agenda tersebut. (KPB)

