RELUNG.ID- Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan tumpukan sampah yang disusun menyerupai pembatas jalan di kawasan Ciledug, Kota Tangerang. Fenomena ini menggambarkan kondisi darurat sampah sekaligus mencerminkan lemahnya pengelolaan lingkungan dan rendahnya kesadaran kolektif masyarakat.
Dalam video yang dibagikan akun Instagram @mongabay.id tersebut, sampah anorganik dan organik terlihat ditumpuk memanjang di tengah badan jalan, membentuk barier yang mengganggu arus lalu lintas.
Meski sekilas menyerupai instalasi seni daur ulang, aksi itu sejatinya merupakan bentuk protes warga atas ketidakteraturan pengangkutan sampah oleh pemerintah daerah.
Perilaku pembuangan sampah sembarangan di sekitar lokasi tersebut bukan hal baru. Petugas Kecamatan Ciledug bahkan beberapa kali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pelaku, termasuk belasan orang yang tertangkap membuang sampah di area Jembatan Parung Serab—salah satu titik rawan pembuangan liar.
Penindakan itu mengacu pada Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Sampah.
Namun, meski telah dilakukan penertiban, pemasangan spanduk larangan besar-besaran, dan patroli berkala, sampah tetap muncul nyaris setiap malam. Fakta ini menunjukkan bahwa penegakan hukum dan edukasi belum cukup efektif menekan kebiasaan tersebut.
Petugas kebersihan dan warga sekitar mengaku bahwa pelaku pembuangan sampah bukan berasal dari komunitas lokal, melainkan dari luar wilayah Ciledug. Aksi buang sampah acap kali terjadi pada malam hingga dini hari, dengan modus cepat dan sembunyi-sembunyi. Akibatnya, sampah menumpuk di jembatan, mengeluarkan bau menyengat terutama saat hujan turun.
“Tidak bisa mengandalkan sepihak,.harus sinergi antara pemerintah dengan Masyarakat,.Pemerintah dengan fasilitas dan petugas2nya,.Masyarakat dengan kesadaran dan kepedulian nya,”tulis akun instagram @dod_andreas. [YKP]

