RELUNG.ID- Wali Kota Palembang,Ratu Dewa menegaskan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) tidak akan melakukan penggusuran di Kampung Tunanetra, yang berada di Komplek Seduduk Putih.
Pernyataan ini disampaikan menanggapi keresahan warga terkait kabar rencana pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) di kawasan mereka.
“Saya yakinkan mereka tidak akan pernah digusur. Bahkan tempat mereka akan kita percantik dan dibaguskan, sehingga layak untuk mereka semua,” kata Ratu Dewa, Selasa (30/9/2025).
Menurut Ratu Dewa, rencana pembangunan Rusunawa ini merupakan salah satu program pemerintah pusat untuk merealisasikan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Namun, lokasi pembangunan belum final dan masih dalam tahap studi kelayakan.
“Pembahasan awal memang dilakukan sejak November 2024, pada masa Pejabat Walikota sebelumnya. Beberapa opsi lokasi ditinjau oleh Kementerian PUPR bersama pemerintah provinsi dan kota, salah satunya kawasan kampung tunanetra,” jelasnya.
Dewa menambahkan, untuk memastikan keberpihakan kepada tunanetra, pihaknya meminta Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Perkintam) segera melakukan pengecekan lapangan.
Dari pengecekan tersebut, diketahui ada sedikit kelalaian dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), karena warga belum diajak berdiskusi.
“Maka saya perintahkan agar mereka diajak ngobrol untuk mencari solusi terbaik. Kami tetap mengutamakan perhatian khusus untuk teman-teman tunanetra agar tidak terabaikan,” tegasnya.
Sebelumnya, warga Kampung Tunanetra Komplek Seduduk Putih merasa resah dengan kabar rencana pembangunan Rusunawa di kawasan mereka.
Ketua RT 30 Kelurahan 8 Ilir, Yadi menyatakan, warga bersikeras tetap tinggal di lokasi tersebut karena memiliki dasar hukum berupa surat hibah dari Tan Thong Kie.
Hibah tersebut meliputi tanah seluas 2,7 hektare yang mencakup area dari pinggir jalan hingga pasar ikan modern, kantor Camat IT III, kantor PLN, sekolah, restoran, dan kantor lurah di kawasan tersebut.[DSK]
