Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»2.300 Hektare SM Padang Sugihan Terbakar, BKSDA Berjibaku Lindungi Habitat Gajah
Regional

2.300 Hektare SM Padang Sugihan Terbakar, BKSDA Berjibaku Lindungi Habitat Gajah

alwiBy alwi05/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Karhutla di OKI. Foto : Manggala Agni
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan telah membakar sekitar 2.300 hektare kawasan konservasi.

Kondisi ini berpotensi mengancam habitat gajah di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21.

Baca juga :   Hotspot Sumsel Meningkat, OKI Tetap Jadi Penyumbang Terbesar

Kepala BKSDA Sumsel Daniwari Widiyanto mengatakan, kawasan SM Padang Sugihan sendiri memiliki luas sekitar 88.000 hektare. Karhutla mulai terdeteksi sejak pekan pertama Agustus 2026, sementara titik-titik api lama sempat berhasil dikendalikan.

“Namun, api kembali muncul sejak 29 Agustus di sekitar Posko Tambatan. Kondisi ini membuat BKSDA Sumsel meningkatkan pengamanan di kawasan yang berbatasan dengan habitat gajah,”kata dia, Sabtu (5/9/2026).

Daniwari mengatakan pihaknya terus melakukan pemadaman, patroli, hingga pembasahan untuk mencegah api meluas ke wilayah habitat satwa dilindungi tersebut.

Baca juga :   Dilaporkan Atas Dugaan Malpraktik, RS Fadhilah Prabumulih Tegaskan Sudah Sesuai SOP

“Kita tentu berharap api ini tidak sampai masuk ke area gajah. Karena di sana ada 7.350 hektare yang merupakan wildlife protection unit, Pusat Konservasi Gajah Jalur 21,” ujar dia.

Dirinya menyebutkan sumber kebakaran di SM Padang Sugihan diduga bukan berasal dari aktivitas di dalam kawasan. Bara api dari wilayah luar kawasan yang sebelumnya terbakar diduga terbawa angin hingga masuk ke area suaka margasatwa.

“Dengan penanganan seperti itu, alhamdulillah dampaknya tidak terlalu besar. Memang belum bisa padam seluruhnya, tetapi setidaknya penyebarannya masih bisa kita kendalikan,” katanya.

Baca juga :   Tenggelam saat Mancing, Jasad Angga Ditemukan di Sungai Kelekar Ogan Ilir

Meski begitu, BKSDA Sumsel telah menempatkan tujuh posko di kawasan SM Padang Sugihan. Posko tersebut diisi personel Brigdal Karhutla BKSDA Sumsel bersama masyarakat dan beroperasi selama 24 jam.

Keberadaan posko tidak hanya untuk menangani api. Personel juga melakukan patroli dan penjagaan kawasan, memberikan sosialisasi kepada masyarakat, sekaligus mempercepat respons apabila kembali ditemukan titik api.

“Penanganan karhutla dilakukan secara gabungan dengan melibatkan Brigdal Karhutla BKSDA Sumsel, Manggala Agni, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Sumatera, serta TNI. Satgas Darurat Bencana Asap Provinsi Sumsel turut mendukung pemadaman melalui operasi water bombing menggunakan helikopter yang dilakukan setiap hari,”kata dia.

Baca juga :   Permukaan Air Lahan Gambut Turun, Potensi Karhutla di OKI Meningkat

Selain mengandalkan pemadaman, BKSDA Sumsel melakukan langkah pencegahan melalui pengelolaan tata air kawasan. Intervensi hidrologi dilakukan di bagian selatan SM Padang Sugihan dengan membangun flat gate dan sekat kanal di 10 titik.

“Upaya tersebut ditujukan untuk mempertahankan ketersediaan air di kawasan gambut. Dengan kondisi lahan yang tetap basah, potensi gambut terbakar dan api menjalar di bawah permukaan dapat ditekan,” tutupnya. (THQ)

BKSDA Habitat gajah Karhutla SM Padang Sugihan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKabut Asap Karhutla Indonesia Ganggu Malaysia, Greenpeace Demo di KBRI Kuala Lumpur
Next Article Ferry Irwandi Galang Donasi Untuk Hutan Kalimantan, Tembus Rp4,1 Miliar
alwi

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,004 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,874 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,846 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?