Sebanyak 56 hektare lahan di Desa Windu Sari, Kecamatan Belitang Jaya, Kabupaten OKU Timur masih mengalami sengketa.
Demikian diketahui, saat warga setempat mengadu kepada Kapolres OKU Timur, AKBP Nuryono, Jumat (6/1).
Menanggapi hal tersebut, Kapolres OKU Timur menegaskan, jika lahan tersebut memang milik masyarakat. Jadi tidak perlu takut untuk mengelolanya. Apabila, ada preman yang mengklaim lahan tersebut, maka silahkan laporkan kepada kepolisian.
“Pastikan akan langsung kita tindak lanjuti,” tegasnya.
BACA: Dalam Sehari, Pemuda di OKU Timur Ini Curi Motor di Halaman Masjid
Saat ini situasi di wilayah hukum Polres OKU Timur sudah semakin kondusif, sehingga dirinya tidak ingin terjadi permasalahan antar warga. Menurutnya, keberadaannya disini agar masyarakat merasa nyaman. Karena itu, Polri dan masyarakat harus terus bersinergi agar keamanan dan kenyamanan di OKU Timur tetap terjaga.
Dia juga meminta kepada para Kepala Desa (Kades) dan warga yang mampu untuk memasang CCTV guna mendukung terciptanya Kamtibmas.
BACA: Curi Motor di Masjid, Dua Pemuda di OKU Timur Tahun Baru di Penjara
“Sebagai contoh kejadian penemuan mayat di Kecamatan Belitang Jaya terungkap berkat penelusuran CCTV,” katanya.
Selain itu, saat ini juga di wilayah Belitang telah terpasang kamera ETLE, sehingga untuk pelanggaran lalu lintas akan ditilang secara elektronik. “Untuk proses tilang elektronik bagi pengendara plat di luar OKU Timur akan dipotret wajah kemudian diteruskan ke Disdukcapil,” pungkasnya

