Fahri Iskandar, bocah 14 tahun di Palembang akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya usai dirawat seminggu di rumah sakit. Lantaran, tertembak peluru senapan angin.
Meski telah dimakamkan, Kamis kemarin (5/1). Kesedihan masih menyelimuti keluarga korban. Karena harus kehilangan anak kesayangan yang masih pelajar di MTs Muhammadiyah 2 Palembang.
Sambil meneteskan airmata, sang ayah, Iskandar (43) menceritakan, kejadian ini terjadi pada Rabu sore, 28 Desember lalu. Saat itu, anaknya sedang bermain bersama temannya di lapangan voli tidak jauh dari rumahnya. Namun, tiba-tiba Fahri tertembak peluru.
“Saat itu saya baru pulang kerja dan diberi tahu warga, sehingga langsung ke lapangan untuk melihat kondisi anaknya,” katanya saat ditemui di rumahnya di Perumahan Griya Tanjung Wahid, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus Palembang, Jumat (6/1).
BACA: Hendak Jual Senpira, Warga Palembang Diringkus
Sesampainya di lapangan, dia pun langsung membopong anaknya dan membawa ke Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) untuk mendapatkan perawatan. Sejak saat itu, sang anak sudah tak kunjung sadar, karena peluru tersebut mengenai mata kanan dan menembus ke bagian otak sehingga pembuluh darah sang Fahri pecah.
“Keterangan dokter pembuluh darahnya pecah karena peluru yang mengenai mata kanannya tembus dan ke otak. Rencananya mau dioperasi,” terangnya.
Namun, tepat pada 5 Januari 2023, Fahri pun menghembuskan napas terakhir pukul 07.00 WIB, dan Kamis kemarin selepas Zuhur, dia pun mengantarkan sang anak ke peristirahatan terakhirnya untuk selamanya. Fahri memiliki saudara kembar yakni Fahmi, yang saat kejadian berada di lokasi.
Dari keterangan Fahmi. Saat kejadian, pelaku ini meminjam senapan angin dan dengan jarak sekitar 3 hingga 5 meter. Pelaku menembakkan senapan angin tersebut dengan alasan tidak ada peluru. “Katanya mau menembak sesuatu, tapi tiba-tiba tertembak begitu saja,” ujarnya.
BACA: Satlantas Polres Lubuklinggau Tetap Lakukan Tilang Manual, Ini Alasannya
Pelaku diketahui bernama Febriansyah yang tinggal masih satu kawasan dengan korban. Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan telah ditahan di Polsek Gandus untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
“Sampai saat ini tidak ada itikad baik dari keluarga pelaku,” tutupnya didampingi sang istri.
Sebelumnya, beredar informasi seorang siswa SMP (tertulis SD) meninggal dunia usai tertembak senapan angin warga. Bocah tersebut, berinisial FH, warga Griya Tanjung Wahid blok R6, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang.
Kabar meninggal FH ini beredar di grup WhatsApp.
“Assalamu’alaikum bapak ibu guru MTS Muhammad 2 Gandus, barusan saya telepon orangtua. Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un Fahri telah meninggal dunia di RS saat ini persiapan pulang,” ucap wanita dalam rekaman yang beredar di grup whatsapp Kamis (5/1)
BACA: Gelapkan Uang Nasabah, Tiga Pegawai Bank Plat Merah Ditahan
Selain itu rekaman pria menyampaikan, kalau korban terkena peluru senapan angin di bagian matanya, dan sempat dirawat seminggu yang lalu. Pelaku yang menembak korban sudah ditahan di Polsek Gandus Palembang. “Wongnyo (pelaku) la di Polsek, ” ujarnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Kapolsek Gandus, AKP Wanda Dira Bernard membenarkan kejadian tersebut. Korban meninggal dunia karena terkena tembakan senapan angin warga. “Benar, rencananya kita sampaikan ke media,”pungkasnya
