RELUNG.ID – Program Health Tourism atau wisata kesehatan yang digagas Pemprov Sumsel mulai menunjukkan hasil positif setelah enam bulan diluncurkan.
Sejumlah warga Sumatera Selatan yang sebelumnya berencana menjalani pemeriksaan kesehatan (medical check-up/MCU) ke Malaysia kini memilih memanfaatkan layanan rumah sakit di Palembang.
Temuan tersebut mengemuka dalam rapat evaluasi enam bulan pelaksanaan program Health Tourism yang dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Sumsel, Apriyadi, bersama Dinas Kesehatan, rumah sakit, perguruan tinggi, dan biro perjalanan.
Apriyadi mengatakan evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan program sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki agar Palembang mampu menjadi tujuan wisata kesehatan yang kompetitif.
“Program ini masih baru sehingga masih banyak yang harus dibenahi. Yang paling penting adalah memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarpihak agar layanan kesehatan dan sektor pariwisata bisa berjalan beriringan,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Menurut Apriyadi sejumlah langkah telah disiapkan, di antaranya memperkuat kerja sama rumah sakit dengan Politeknik Pariwisata untuk meningkatkan kualitas pelayanan, serta menggandeng biro perjalanan agar mampu memasarkan paket wisata kesehatan secara lebih luas.
Dia menilai Palembang memiliki modal yang tidak dimiliki semua daerah. Selain didukung rumah sakit dengan fasilitas yang memadai, kota ini juga mempunyai daya tarik kuliner dan budaya yang dapat menjadi nilai tambah bagi pasien maupun pendamping yang datang.
“Kalau orang berbicara Palembang, pasti ingat pempek, songket, dan wisata budayanya. Potensi inilah yang harus kita kemas menjadi satu paket bersama layanan kesehatan,” katanya.
Ia menjelaskan sasaran utama program tersebut saat ini adalah masyarakat Sumatera Selatan agar tidak lagi memilih berobat ke luar negeri maupun ke daerah lain untuk layanan kesehatan tertentu.
“Harapan kami masyarakat yang ingin berobat atau melakukan medical check-up tidak perlu lagi ke luar negeri. Di Palembang sudah ada rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan itu, seperti RS Siti Fatimah, RS Mohammad Hoesin, dan rumah sakit lainnya,” jelasnya.
Dia mengungkapkan hasil awal program mulai terlihat. Beberapa warga yang semula berencana menjalani MCU di Malaysia akhirnya membatalkan keberangkatan setelah mendapatkan informasi mengenai layanan kesehatan di Palembang.
“Sudah ada masyarakat Sumsel yang awalnya ingin ke Malaysia, tetapi setelah mendapat penjelasan akhirnya memilih MCU di sini. Ini menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan masyarakat mulai tumbuh,” ujarnya.
Tak hanya itu, dirinya juga menyebutkan ada warga mancanegara yang memeriksa kesehatan di Lubuklinggau.
“Tadi juga saya mendapatkan informasi bahwa ada warga mancanegara yang ke Lubuklinggau. Tapi tetap sasaran kita mengerem warga Sumsel untuk ke luar negeri, “kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Trisnawarman mengatakan evaluasi enam bulan dilakukan untuk mengukur efektivitas program sejak resmi diluncurkan.
Menurutnya, promosi yang melibatkan travel agent mulai memberikan dampak terhadap peningkatan kunjungan pasien ke sejumlah rumah sakit yang menjadi bagian dari program Health Tourism.
“Alhamdulillah sudah mulai ada pergerakan pasien. Travel agent juga mulai memperkenalkan layanan ini, baik kepada masyarakat lokal maupun di luar daerah,” katanya.
Meski demikian, dirinya mengakui membangun citra Sumsel sebagai destinasi wisata kesehatan membutuhkan waktu. Ia menilai keberhasilan Malaysia sebagai tujuan wisata medis tidak dibangun dalam waktu singkat, sehingga Sumsel harus terus melakukan promosi secara berkelanjutan.
“Kita tidak bisa langsung seperti Malaysia. Yang penting masyarakat tahu bahwa rumah sakit di Palembang kualitasnya tidak kalah. Tinggal bagaimana strategi pemasaran dan pelayanan terus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan promosi akan diperluas melalui berbagai media, termasuk videotron, media massa, media digital, serta jaringan biro perjalanan agar semakin banyak masyarakat mengetahui layanan wisata kesehatan yang tersedia di Palembang. (LWM)

