RELUNG.ID– Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues, Aceh, Nevirizal, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat setelah unggahan anaknya yang memperlihatkan gaya hidup mewah viral di media sosial. Tak lama berselang, ia memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.
Unggahan yang menjadi sorotan publik menampilkan dokumentasi perjalanan ke Korea Selatan, Bangkok, hingga sejumlah negara di Eropa. Selain itu, terdapat tangkapan layar percakapan keluarga yang membahas rencana pembelian mobil.
Tak hanya itu, unggahan lain memperlihatkan belasan jeriken yang disebut berisi bahan bakar minyak (BBM) tersusun di samping sebuah mobil berwarna hitam.
Dalam unggahan tersebut tertulis, “Papaku beli minyak 15 jeriken. Entah mobil mana lagi yang mau dipenuhkannya.”
Konten itu menuai kritik karena beredar saat Kabupaten Gayo Lues masih berada dalam masa pemulihan pascabencana. Dalam salah satu tangkapan layar percakapan keluarga yang ikut tersebar, Nevirizal juga terlihat menyampaikan bahwa dirinya sedang mengikuti rapat penanganan bencana.
Menanggapi polemik tersebut, Nevirizal menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah dan masyarakat yang merasa tersinggung akibat unggahan anaknya.
“Saya mohon sama pemerintah, sama masyarakat yang tersakiti karena ini memang ketidaksengajaan yang anak kami buat karena mungkin dia belum sampai pemikirannya ke situ,” ujar Nevirizal.
Ia menjelaskan, foto-foto yang diunggah bukan merupakan dokumentasi terbaru, melainkan diambil pada 2025. Menurutnya, istri dan anaknya saat itu berangkat ke Korea Selatan untuk mengantar anggota keluarga menjalani pengobatan mata.
Nevirizal menegaskan dirinya tidak ikut dalam perjalanan tersebut, termasuk saat keluarganya melanjutkan perjalanan ke sejumlah negara di Eropa.
Sementara terkait foto 15 jeriken BBM, ia menjelaskan bahan bakar tersebut dibeli pada Desember 2025 untuk mendukung penanganan bencana ketika terjadi kelangkaan BBM di daerahnya.
“Minyak itu 15 jeriken di-drop di rumah saya untuk penanganan bencana bulan 12 kemarin,” jelasnya.
Ia juga mengakui kurang mengawasi aktivitas anaknya di media sosial. Menurutnya, dirinya bukan pengguna aktif media sosial sehingga baru mengetahui unggahan tersebut setelah ramai diperbincangkan.
“Saya sudah perintahkan kepada anak saya jangan ada lagi di-upload. Sekarang saya mengalami tekanan psikologis,” ungkapnya.
Di tengah sorotan publik, Nevirizal akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Asisten I Setdakab Gayo Lues. Surat pengunduran diri diserahkan kepada Wakil Bupati Gayo Lues, Maliki, di Kantor Bupati Gayo Lues, Kamis (23/7/2026).
Dalam surat yang dibacakannya, Nevirizal menyatakan pengunduran dirinya berlaku efektif mulai 23 Juli 2026.
“Melalui surat ini saya menyampaikan pengunduran diri dari jabatan yang saya emban terhitung sejak tanggal 23 Juli 2026,” ujarnya.
Ia menegaskan keputusan tersebut diambil secara sadar dan penuh tanggung jawab setelah unggahan anaknya memicu polemik serta memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempatnya bekerja.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan, masyarakat atas kegaduhan yang terjadi,” tutupnya.[YKP]

