Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/2026

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/2026

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»15 Daerah di Sumsel Masuk Zona Merah Karhutla
Regional

15 Daerah di Sumsel Masuk Zona Merah Karhutla

alwiBy alwi14/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Suasana lahan di Kebun Raya Sriwijaya, Ogan Ilir yang kembali terbakar. (Manggala Agni)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan masih meluas.

Hingga 10 September 2026, tercatat 2.676 kejadian karhutla di provinsi tersebut, dengan 15 kabupaten/kota telah masuk kategori zona merah.

Kondisi ini menunjukkan ancaman karhutla tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah. Hampir seluruh daerah di Sumsel kini menghadapi tingkat kerawanan tinggi di tengah puncak musim kemarau yang masih berlangsung pada September.

Baca juga :   BPBD Pagar Alam Petakan Kawasan Rawan Longsor, Minta Pemprov Siagakan Alat Berat

Kabid BPBD Sumsel Sudirman mengatakan hanya Pagar Alam dan Empat Lawang yang belum masuk kategori zona merah. Kedua daerah tersebut mencatat kurang dari 30 kejadian karhutla.

“Untuk di Sumsel ada 2.676 kejadian karhutla. Ada 15 daerah yang masuk kategori zona merah karhutla. Hanya Pagar Alam dan Empat Lawang yang belum masuk karena kejadiannya di bawah 30 kasus,” ujar Sudirman, Senin (14/9/2026).

Berdasarkan data BPBD Sumsel per 10 September 2026, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla paling tinggi.

Baca juga :   Viral Penumpang Bus Ngaku Nabi dan Bikin Ricuh di Terminal Purabaya, Polisi Turun Tangan

Sepanjang periode tersebut, OKI mencatat 459 kejadian, disusul Musi Banyuasin (Muba) dengan 333 kejadian.

Berikutnya terdapat Ogan Ilir sebanyak 294 kejadian, Banyuasin 273 kejadian, dan Muara Enim 244 kejadian.

Sejumlah daerah lain juga mencatat angka cukup tinggi. Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengalami 181 kejadian, Prabumulih 168 kejadian, dan Ogan Komering Ulu (OKU) 103 kejadian.

Baca juga :   Truk Rem Blong, Jadi Penyebab Kecelakaan Beruntun di Gerbang Tol Ciawi hingga Tewaskan 8 Orang

Sementara itu, Musi Rawas Utara (Muratara) mencatat 83 kejadian, OKU Timur 79 kejadian, Musi Rawas 75 kejadian, dan Lahat 70 kejadian. Adapun OKU Selatan dan Lubuklinggau masing-masing mencatat 35 kejadian.

“Jika dirinci berdasarkan jumlah kejadian, OKI menjadi daerah dengan kasus karhutla terbanyak di Sumsel dengan 459 kejadian. Angka tersebut disusul Muba dengan 333 kejadian dan Ogan Ilir dengan 294 kejadian,” ungkap Sudirman.

Tingginya jumlah kejadian tersebut menjadi perhatian karena Sumsel masih berada dalam periode puncak kemarau. Kondisi lahan dan vegetasi yang semakin kering membuat api berpotensi lebih cepat muncul dan meluas.

Baca juga :   Penjelasan Roni Ardiansyah Usai Dicopot Sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Prabumulih: Saya Ikhlas

BPBD Sumsel meminta kewaspadaan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah dan tim pemadam, tetapi juga masyarakat, terutama di wilayah yang telah masuk zona merah.

“Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah yang telah masuk kategori zona merah,” ujarnya.

Sudirman juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Sebab, kondisi vegetasi yang mengering membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan.

Baca juga :   Viral di Medsos, Pelaku Pungli di Tugu Nanas Prabumulih Ditangkap

“Selain itu, kita juga meminta agar seluruhnya waspada karena kondisi vegetasi yang mengering dan tak ada lagi pembukaan lahan dengan cara membakar,” sambungnya. (THQ)

BPBD Sumsel Karhutla Pagar Alam
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKarhutla Sumsel Punya Pola Tak Biasa, Api Kerap Muncul Akhir Peka
Next Article Berkas Perkara Napi Lapas Serong Tewas di Sel Tak Kunjung P21, Keluarga Minta Polisi Ungkap Pelaku Lain
alwi

Related Posts

Regional

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/20262 Views
Regional

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/20262 Views
Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20268 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,922 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,794 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,767 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?