Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kapolda Sumsel Tegaskan Perang terhadap Premanisme, 1.238 Orang Diamankan

14/10/2026

PLTU Banjarsari Dikabarkan Hampir Satu Bulan Berhenti Beroperasi, DPRD Lahat Siapkan Pansus, PTBA Diminta Bertanggung Jawab

14/10/2026

Detik-detik Dua Jurnalis Dikeroyok Massa Berbaju Hitam, Sempat Minta Tolong Polisi Tapi Diabaikan

14/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Thursday, 15 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Menteri Bahlil Sentil Grup Bakrie Soal Impor Solar: Kawan Ini Tak Paham-paham
Politik

Menteri Bahlil Sentil Grup Bakrie Soal Impor Solar: Kawan Ini Tak Paham-paham

ADMINBy ADMIN13/10/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Bahlil Lahadalia yang dilantik menjadi Menteri ESDM. (Istimewa/net)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyentil perusahaan tambang milik Grup Bakrie yang masih mengajukan izin impor solar, meski pemerintah mengklaim kebutuhan solar nasional telah terpenuhi melalui program biodiesel B50.

Perusahaan yang dimaksud adalah PT Kaltim Prima Coal (KPC), anak usaha PT Bumi Resources Tbk. Perusahaan tambang batu bara tersebut disebut kembali mengajukan permohonan impor bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung kegiatan operasionalnya.

Baca juga :   Bahlil Ultimatum Pengusaha Tambang: Jangan Cuma Gali Untung, Bertanggung Jawab pada Alam

Bahlil mengungkapkan hal itu saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) 2026 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

Ia mengaku mempertimbangkan untuk mencoret pengajuan impor solar tersebut karena kebijakan pemerintah telah diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa bergantung pada pasokan dari luar negeri.

“Kemarin aku baca nih, ajukan lagi KPC ini untuk BBM (impor), aku mau coret, aduh kawan lagi gitu loh. Ini beratnya di situ gitu loh,” ujar Bahlil seperti dikutip dari DetikFinance.

Baca juga :   Adu Data Subsidi LPG, Bahlil Bantah Paparan Menkeu Purbaya

Pernyataan itu disampaikan di hadapan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, yang juga merupakan petinggi Grup Bakrie.

Bahlil bahkan melontarkan sindiran kepada perusahaan tersebut karena dinilai masih mengajukan impor solar di tengah penerapan kebijakan B50.

“Jadi solar kita tidak lagi impor, sudah clear, terkecuali perusahaannya Pak Anin untuk tambang. Aku mau coret, aduh kawan lagi ini, tapi kawan ini tidak paham-paham juga,” katanya.

Baca juga :   Prabowo Tegaskan Tak Akan Toleransi Jenderal TNI-Polri Terlibat Tambang Ilegal

Bahlil menjelaskan, program B50 menjadi salah satu upaya pemerintah mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Kebijakan ini mengombinasikan solar dengan bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO).

Menurut dia, kebutuhan solar nasional mencapai sekitar 39 juta kiloliter per tahun. Dengan penerapan B50, separuh kebutuhan tersebut dipenuhi melalui campuran bahan bakar berbasis sawit.

Meski demikian, ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM secara keseluruhan belum berakhir. Bahlil menyebut produksi minyak mentah domestik masih sekitar 600 ribu barel per hari, sedangkan konsumsi nasional mencapai 1,6 juta barel per hari.

Baca juga :   Rapat Paripurna LXII, Anggota DPRD Sumsel Sampaikan Hasil Reses ke Eksekutif

Kondisi tersebut membuat Indonesia masih harus mengimpor sekitar satu juta barel BBM per hari. Untuk mengurangi ketergantungan pada impor bensin, pemerintah juga menyiapkan pengembangan bahan bakar dengan campuran etanol hingga 50 persen atau E50.

Bahlil menyebut konsumsi bensin nasional mencapai sekitar 40 juta kiloliter per tahun, sementara produksi dalam negeri baru berkisar 18 juta hingga 19 juta kiloliter.

Pemerintah berharap pemanfaatan etanol berbahan baku tebu, singkong, dan jagung dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Kita mau dorong etanol, kita mau dorong sampai dengan E50. Belajar daripada solar yang B50, dari B10 sampai B50,” ujar Bahlil. (KPB)

Bahlil Grup Bakrie Impor Solar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDisebut Keturunan Tionghoa, Irjen Adex Yudiswan Ternyata Lahir di Belitang OKU Timur
Next Article Wabup PALI Nonaktif Iwan Tuaji Didakwa Terima Fee Rp872,5 Juta
ADMIN

Related Posts

Politik

Prabowo Klaim Karhutla Turun Drastis, Kini Tersisa 639 Hektare

14/10/20264 Views
Politik

Digugat ke MK, Masa Jabatan Anggota DPRD 2024-2029 Diminta Diperpanjang

14/10/20262 Views
Politik

Gubernur Kaltim ke Singapura Saat Kabut Asap Melanda, Ini Penjelasan Diskominfo

14/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,398 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202429,253 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202523,223 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,360 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?