RELUNG.ID – Kepolisian Daerah Sumsel bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel kini memperkuat sinergitas menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Sinergitas ini guna mengawal Pilkada yang damai dan ramai yang bakal diselenggarakan pada 27 November mendatang.
“Pilkada baik Gubernur, Wali Kota dan Bupati di Sumsel ini harus ramai tapi tetap damai,” kata Kapolda Sumsel, Irjen Pol Andi Rian R Djajadi.
Dia menjelaskan, ramai dalam arti partisipasi masyarakat sebagai pemilih maksimal, damai maksudnya setiap tahapan berjalan lancar, tanpa konflik baik vertikal maupun horizontal.
Untuk mewujudkan hal ini, pihaknya telah menggelar deklarasi ‘Pemilu Damai’ dengan melibatkan stakeholder. Serta mengimbau melalui media sosial, pendekatan dengan generasi muda, tokoh masyarakat dan pihak berkepentingan lainnya.
“Kami juga telah menyiapkan pengamanan ekstra di daerah-daerah rawan, khususnya di PPK karena itu salah satu titik krusial. Brimob akan ditempatkan di setiap PPK untuk memastikan keamanan,” jelas Irjen Andi.
Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan stakeholder untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban selama proses Pilkada. Karena, Polri tentunya tidak bisa bekerja sendiri dan diperlukan kerjasama dengan semua pihak.
“Dengan bantuan semua pihak maka Pilkada tentunya dapat berjalan dengan aman dan damai,” terangnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Sumsel, Elen Setiadi menambahkan, pihaknya telah melakukan rapat konsolidasi daerah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Se Sumsel. Dalam rapat tersebut membahas kesiapan termasuk logistik.
“InsyaAllah untuk kesiapan termasuk logistik kita sudah siap,” katanya.
Saat ini, dia mengaku jumlah PPK di Sumsel ada 1.205 orang. Mereka adalah tulang punggung penyelenggaraan Pilkada serentak pada tanggal 27 November nanti.
Terlebih Pemerintah Provinsi Sumsel bersama dengan 17 Kabupaten/kota terus berkomitmen untuk tetap menjaga kondusifitas daerah dan mendukung penuh keberlangsungan penyelenggaraan Pilkada serentak pada saat 27 November 2024 mendatang.
Begitu juga dengan tingkat kerawanan yang terus dikoordinasikan dengan aparat penegak hukum (APH), Polda, TNI, Binda dan pihak terkait lainnya.
“Saat ini kami terus berkoordinasi juga dengan bupati/walikota di Sumsel dan InsyaAllah aman. Lalu pada tanggal 18 November 2024 akan dilakukan deklarasi Pilkada Damai dengan Polda dan Forkompinda,” terangnya.
Selain itu, nantinya akan dilaksanakan Deklarasi Netralitas ASN tanggal 27 Desember 2023 di Palembang sebagai Deklarasi yang pertama dilakukan secara serentak yang diikuti secara langsung dan daring oleh 180.751 pegawai ASN yang terdiri dari ASN Pemerintah Provinsi Sumsel, ASN Pemerintah kabupaten/Kota se Sumatera Selatan, dan ASN Vertikal se Sumsel.
“Sebagai bentuk edukasi ke masyarakat salah satu yang kita inginkan juga melalui media, kita minta masyarakat bijak menangkal hoks Tidak usa diteruskan kalau ada hoks. Saya mengajak ASN, dan pejabat netral. Kalau ada upaya menimbulkan kerawanan, hoks maka wajib melakukan tindakan setidaknya untuk diri sendiri,” katanya.
Terpisah, Ketua KPU Sumsel meminta masyarakat ikut terlibat dalam menciptakan pemilu yang ramai tapi damai, dalam tahapan Pilkada 2024 di Sumsel.
“Sejak awal kami sudah banyak berkomunikasi dengan berbagai pihak, karena Pilkada ini bukan hanya urusan KPU tapi semua. Dimana Pilkada ini untuk memilih gubernur, bupati dan walikota, yang akan memimpin kita lima tahun kedepan di Sumsel,” kata Ketua KPU Sumsel, Andika Pratama.
Dengan komunikasi bersama banyak pihak, itu maka pihaknya beranggapan semua berperan serta aktif setidaknya ia meluangkan waktu datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk menyalurkan hak pilihnya, dan mengikuti penghitungan suara di masing-masing TPS.
“Jadi, semua orang bisa ikut memastikan ini berjalan baik, perhitungan suara dihitung dengan benar, ” jelasnya.
Pihaknya juga sudah berkomunikasi intens dengan Forkopimda Sumsel, untuk bekerjasama memastikan Pilkada di Sumsel aman, lancar dan sukses.
“Kami juga mengimbau masyarakat pada Rabu 27 November nanti, itu hari yang diliburkan pelaksanaan Pilkada, sehingga banyak waktu masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya dari pukul 07.00 pagi hinga 13. 00 Wib. Manfaatkan lah hari libur itu, sebab paling 10 menit menyalurkan hak pilih karena didekat rumah masing-masing,” paparnya.
Dia pun mengingatkan kepada masyarakat yang memiliki hak pilih, untuk memastikan dirinya susah terdaftar sebagai pemilih pada 27 November nanti.
“Pastikan diri anda sudah terdaftar, dan tunggu undangan dari KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang merupakan warga sekitar. Kalau belum lapor ke petugas KPPS dan pasti warga sudah tahu, dan nanya lapor kesitu,” pesannya.
Sementara itu, Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Muhammad Thohir menambahkan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Kodim dan inspeksi langsung ke jajaran di wilayah Sumsel untuk meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan Pilkada serentak 2024 khususnya di 17 Kabupaten kota se-Sumsel.
Pihaknya memastikan, kesiapan prajurit Korem Gapo dan Kodim jajaran di wilayah Sumsel, mendukung pengamanan pilkada serentak 2024. Melalui berbagai persiapan itu, diharapkan pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumsel, wali kota dan wakil wali kota, serta bupati dan wakil bupati di wilayah Korem 044/Gapo, seluruh tahapannya dapat berjalan aman dan lancar.
“Pilkada tahun ini tidak seperti yang sebelumnya. Digelar secara serentak, sehingga kita harus memastikan pengamanan di seluruh wilayah berlangsung optimal,” tegasnya.
Pihaknya juga telah mempersiapkan secara matang sejumlah pasukan untuk menghadapi berbagai kemungkinan, memastikan bahwa tak ada celah bagi gangguan keamanan selama Pilkada. Dia juga mewanti-wanti semua pihak agar tidak mencoba “memanipulasi” netralitas TNI dan Polri.
“Netralitas adalah harga mati. Kami tidak akan memihak siapa pun, baik sebelum, saat, maupun setelah Pilkada,” tegasnya. (Ril)

