Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Anggota DPRD Sumsel Toyeb Rakembang Cekcok dengan Satpam Citra Grand City Soal Iuran IPL
Regional

Anggota DPRD Sumsel Toyeb Rakembang Cekcok dengan Satpam Citra Grand City Soal Iuran IPL

RiyadiBy Riyadi17/02/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Toyeb Rakembang naik pitam lantaran kendaraannya tidak diperbolehkan satpam masuk dalam komplek Citragrand City, Lantaran tidak membayar Iuran pengelolaan Lingkungan (IPL), Minggu (16/2). (Relung/DSK)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Toyeb Rakembang, naik pitam setelah kendaraan pribadinya dihadang satpam saat hendak memasuki Kompleks CitraGrand City, Palembang, Minggu (16/2).

Penyebabnya, ia belum membayar Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL), yang menurutnya tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan pengelola kompleks. Insiden ini memicu adu mulut antara Toyeb dan petugas keamanan, bahkan ia sempat menarik sendiri tali portal agar bisa melintas.

Keributan semakin memanas ketika Toyeb hampir terlibat adu jotos dengan Ketua RT setempat, tetapi berhasil dilerai oleh satpam.

Baca juga :   Ratu Dewa Ungkap Alasan Prima Salam Absen dari Agenda Pemkot, Ternyata Sedang Umrah

“Saya dihadang karena belum bayar IPL. Kami sengaja tidak membayar sebagai bentuk protes karena iuran terlalu tinggi, sementara pelayanan tidak berjalan dengan baik,” tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Toyeb menuding pihak pengelola kompleks melakukan intimidasi terhadap warga dengan mengaitkan pembayaran IPL dengan distribusi air. Jika warga menunggak IPL, suplai air ke rumah mereka dihentikan.

“Ini rumah kami, sudah lunas kami bayar, sertifikat lengkap, dan kami juga membayar pajak ke Pemkot. Kok pengelola bisa semena-mena mengatur kami?” ujarnya.

Baca juga :   Hotel dan Restoran Bisa Bernapas, DPRD Sumsel Dukung Pemda Gelar MICE Lokal

Menurutnya, ia bersama warga akan terus memperjuangkan hak-hak mereka, bahkan berencana melaporkan pihak pengelola ke aparat berwenang dan memanggil mereka ke DPRD Sumsel.

“Tadinya saya tidak mau melibatkan DPRD, tapi mereka sudah kelewatan. Ini tindakan zalim,” tambahnya.

Toyeb juga menuding adanya indikasi pungutan liar (pungli), di mana warga diminta membayar iuran di luar ketentuan yang berlaku. Ia mendesak pengembang segera menyerahkan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) ke Pemkot Palembang, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2009.

“Kami ingin pengelolaan kompleks diserahkan ke Pemkot agar tidak lagi membebani warga, termasuk urusan kebersihan dan keamanan,” tegasnya.

Baca juga :   Ageng, Satpam SMPN 1 Prabumulih Kembali Bekerja Usai Viral Kasus Pemecatan

Ia juga menyoroti keberadaan McDonald’s yang dibangun di atas ruang terbuka hijau dalam kompleks, serta kekhawatiran bahwa lahan fasum dan fasos lainnya bisa dialihfungsikan tanpa izin.

“Kami menuntut hak kami! Mana sertifikatnya? Mana surat hibah ke Pemkot? Kami juga meminta masjid dan pemakaman umum yang dijanjikan segera direalisasikan,” katanya.

Senada dengan Toyeb, salah satu warga, Ali, mengungkapkan bahwa fasum dan fasos seharusnya diserahkan ke Pemkot setahun setelah pembangunan selesai. Namun, hal itu tak kunjung terjadi, terutama setelah pengembang Ciputra hengkang dari kompleks pada 2016.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca Hari Ini di Sumsel, Palembang Diminta Waspada

“Masalah ini mulai muncul sejak Ciputra meninggalkan CitraGrand City,” ujar pensiunan Pertamina tersebut. [DSK]

Citra Grand City DPRD Sumsel Iuran IPL
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDampak Efisiensi Donald Trump dan Elon Musk, Puluhan Karyawan NNSA Dipecat
Next Article Akibat Kecelakaan Mobil, Felix Stray Kids Alami Saraf Terjepit
Riyadi

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,992 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,863 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,836 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?