Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Anggota DPR RI Tolak Siswa Bermasalah Masuk Barak Militer: Anak-anak Bukan Tentara!
Politik

Anggota DPR RI Tolak Siswa Bermasalah Masuk Barak Militer: Anak-anak Bukan Tentara!

alwiBy alwi14/05/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Askweni. (Istimewa/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Langkah Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi untuk menangani persoalan siswa bermasalah menuai beragam pro dan kontra.

Salah satunya dari anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Askweni.

Baca juga :   Bangun Jam 4 Pagi, Push-Up, dan Mengaji: Program Dedi Mulyadi Militerisasi Siswa Bermasalah di Jawa Barat

Dikutip dari keterangan tertulisnya, Askweni mengatakan, jika dirinya sepakat dan mendukung langkah Dedi Mulyadi dalam menangani persoalan siswa bermasalah, diantaranya yaitu kecanduan game online.

Meski demikian, Askweni disinyalir menolak jika penanganan ini melalui barak militer.

“Anak-anak bukan tentara. Kita butuh program yang bisa membentuk karakter tanpa harus menekan secara fisik,” katanya.

Baca juga :   Respons Herman Deru, Terkait Warga Sumsel Mengadu ke Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Menurutnya, penanganan ini harus melalui pendekatan yang mempertimbangkan aspek psikologis dan tumbuh kembang anak. Serta, melibatkan pendekatan yang lebih lembut dan terpadu lintas sektor.

“Saya mengapresiasi atensi Pak Dedi terhadap persoalan serius ini. Namun karena yang kita hadapi adalah anak-anak, maka pendekatannya harus lebih bersifat edukatif, restoratif, dan mengedepankan kesehatan mental,” kata Askweni dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/5).

Askweni mengatakan, saat ini ia telah membentuk tim khusus yang terdiri dari psikolog, akademisi, dan pelaku industri game untuk meneliti dampak sosial dari kecanduan game online pada anak.

Baca juga :   Menag Lapor ke KPK, OSO Tegaskan Fasilitas Jet Bukan Gratifikasi

“Tim ini akan menyusun rekomendasi berbasis riset untuk mendorong lahirnya kebijakan yang lebih humanis, berbasis data, dan mampu menyentuh akar masalah,” paparnya.

Dia juga mendorong agar program pendidikan karakter ini diintegrasikan dengan,layanan konseling dan kesehatan mental di sekolah, literasi digital dan game sebagai kurikulum tambahan, pelibatan orang tua dan komunitas sebagai mitra pengasuhan, insentif untuk developer lokal yang menghadirkan konten edukatif dan sehat.

Selain itu, Askweni mendorong pembentukan Satgas Digital Sehat di setiap provinsi serta hotline konsultasi 24 jam bagi keluarga yang mengalami kesulitan dalam mendampingi anak menghadapi kecanduan digital.

Baca juga :   Dedi Mulyadi Kaget Temukan Keluarga 15 Orang Tinggal di Gubuk Tak Layak di Bekasi

“Kalau kita hanya menekan tanpa membimbing, risikonya anak akan semakin tertutup. Tapi kalau kita hadir sebagai pendamping yang paham dunia mereka, maka karakter akan tumbuh dari kesadaran, bukan paksaan,” tutupnya.

Untuk diketahui, Dedi Mulyadi sebelumnya menetapkan kebijakan pendidikan karakter bagi siswa dengan perilaku khusus melalui barak militer, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 43/PK.03.04/KESRA.

Siswa dengan kecenderungan negatif seperti tawuran, merokok, balap liar, mabuk, hingga kecanduan game online akan diberikan pembinaan di lingkungan terstruktur, dengan izin dari orang tua.

Baca juga :   Seskab Teddy Jadi Duta Sekolah Rakyat, Mensos Ungkap Pembagian Peran dengan Mensesneg

Menurut Dedi, kebijakan ini merupakan respons terhadap tingginya angka kecanduan game di Jawa Barat.

Ia menyebut, sekitar 10 persen pelajar di provinsi tersebut mengalami kecanduan yang mengganggu pola tidur, aktivitas belajar, bahkan memicu perilaku menyimpang.

Dia mencontohkan kasus penusukan oleh seorang pelajar kepada kakeknya yang melarangnya keluar malam untuk bermain game.

Baca juga :   Sempat Pamer 4 Istri saat Kampanye, Arlan Unggul di Pilkada Prabumulih

“Anak-anak ini tidur jam 4 pagi, bangun jam 10 siang, tidak sekolah. Ini masif dan kalau tidak diintervensi bisa berujung pada hal-hal yang lebih buruk,” kata KDM. (ril)

Anggota DPR RI Komisi VIII Askweni Barak Militer Dedi Mulyadi Gubernur Jabar Tentara
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAnime Sakamoto Days Bagian Kedua Bakal Tayang Juli, Berikut Jadwal Lengkapnya
Next Article Anak 15 Tahun Jadi Otak Pencurian Outdoor AC di Lubuklinggau, Uangnya Dipakai Buat Main Warnet
alwi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,008 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,878 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,851 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?