RELUNG.ID – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf dijadwalkan mengunjungi Sumatera Selatan pada 9–10 Agustus 2026. Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda internal partai, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi kader dan membangun komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat.
Ketua DPW PKS Sumsel, Ir. H. Baharuddin, MM, mengatakan kedatangan Almuzzammil menjadi momentum penting bagi PKS Sumsel untuk memperkuat soliditas internal sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
“Kami menyambut hangat kedatangan Presiden PKS, AMY di Sumatra Selatan. Bagi kami, kunjungan ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, menyerap aspirasi, dan membangun semangat kolaborasi bersama berbagai elemen masyarakat Sumatra Selatan,” ujar Baharuddin, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, kunjungan pimpinan pusat juga menjadi kesempatan bagi kader di Sumsel mendapatkan penguatan langsung sekaligus mempertegas arah kerja partai agar tidak hanya berkutat pada agenda internal.
“Ini juga menjadi momentum bagi seluruh kader PKS Sumsel untuk semakin solid dan bergerak bersama. Pesan yang kami bawa adalah bagaimana PKS terus hadir di tengah masyarakat, mendengar persoalan mereka, dan ikut memberikan solusi,” katanya.
Rangkaian kunjungan Almuzzammil akan diisi sejumlah agenda, mulai dari silaturahmi dan diskusi kebangsaan bersama tokoh serta pejabat daerah hingga konsolidasi kader PKS se-Sumsel.
PKS juga membuka ruang komunikasi dengan kelompok muda. Salah satunya melalui agenda minisoccer bersama pemuda dan influencer muda Palembang.
Baharuddin mengatakan pendekatan terhadap generasi muda perlu dilakukan dengan cara yang lebih cair dan tidak berjarak. Menurutnya, anak muda tidak cukup hanya dijadikan sasaran program, tetapi harus dilibatkan dalam ruang dialog.
“Anak muda adalah bagian penting dari masa depan Sumatra Selatan dan Indonesia. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi yang tidak berjarak. Minisoccer menjadi salah satu ruang untuk bertemu, berdialog, dan membangun kebersamaan bersama mereka,” jelasnya.
Selain konsolidasi dan pendekatan kepada anak muda, PKS juga memasukkan unsur budaya lokal dalam agenda kunjungan tersebut. Kegiatan “Ngirup Cuko Pempek di Pinggir Sungai Musi” menjadi salah satu cara partai memperkenalkan identitas lokal sekaligus mengangkat potensi ekonomi masyarakat.
Baharuddin menyebut pempek, Sungai Musi, UMKM, budaya, hingga ekonomi kreatif memiliki kaitan erat dengan pembangunan daerah.
“Pempek dan Sungai Musi bukan sekadar kuliner dan destinasi. Keduanya merupakan bagian dari identitas Palembang. Kami ingin menunjukkan bahwa potensi lokal, UMKM, budaya, dan ekonomi kreatif juga menjadi bagian penting dari pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia juga membawa narasi sejarah Sriwijaya sebagai inspirasi pembangunan Sumsel. Menurut Baharuddin, kejayaan Sriwijaya menunjukkan pentingnya persatuan, keterbukaan, dan kemampuan membangun jaringan yang luas.
“Sumatra Selatan memiliki sejarah besar. Sriwijaya pernah menjadi kekuatan penting di Nusantara. Semangat itu tentu relevan untuk kita hidupkan kembali dalam konteks kekinian, yaitu membangun daerah dengan persatuan, kolaborasi, dan sumber daya manusia yang unggul,” tuturnya.
Kunjungan Presiden PKS tersebut pada akhirnya menjadi momentum bagi PKS Sumsel untuk memperkuat dua sisi sekaligus: merapikan barisan internal dan memperluas komunikasi eksternal.
Baharuddin berharap rangkaian agenda tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan gagasan dan kolaborasi yang dapat dirasakan masyarakat.
“Kami berharap kunjungan ini membawa semangat baru. PKS Sumsel siap menyambut dan mengikuti seluruh rangkaian agenda bersama Presiden PKS. Semoga dari Sumatra Selatan lahir semakin banyak gagasan dan kolaborasi untuk kemajuan masyarakat dan bangsa,” pungkasnya. (DSK)

